Jokowi: Antisipasi Surplus Beras

Presiden Joko Widodo di sebuah acara panen padi. Presiden Jokowi minta semua pihak antisipasi surplus beras (dok. setkab.go.id)
Presiden Joko Widodo di sebuah acara panen padi. Presiden Jokowi minta semua pihak antisipasi surplus beras (dok. setkab.go.id)

 

 

Jakarta, Villagerspost.com – Panen padi varietas IPB 3S ternyata membuat Presiden Joko Widodo benar-benar optimis Indonesia bisa mewujudkan surplus beras. Dari hasil ujicoba varietas tersebut di Karawang pada lahan seluas 500 hektare, diketahui varietas ini bisa menghasilkan 13,4 ton gabah per hektarenya. Jauh dari rata-rata varietas lain yang hanya menghasilkan 6-7 ton per hektare.

Karena itu, Presiden Jokowi pun meminta para pedagang, kalangan pengusaha penggilingan padi untuk mendukung program pemerintah  mewujudkan kemandirian pangan. Hal itu disampaikan Jokowi saat menjamu makan siang para pengusaha penggilingan padi, pengusaha beras dan pedagang beras, se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) di Istana Negara, Jakarta, Senin (28/9).

Ajakan Presiden tersebut untuk mengantisipasi melimpahnya produksi beras pada tahun-tahun mendatang, terkait panen padi varietas IPB 3S di Karawang yang dapat menghasilkan 13,4 ton setiap hektare-nya. Presiden meminta kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman agar bibit padi tersebut disebarluaskan ke seluruh Indonesia termasuk sawah-sawah baru.

Jokowi menegaskan, menghadapi meningkatnya produksi beras atau surplus beras, kita harus bersiap-siap, karena petani, penggiling, penjual harus untung, tapi masyarakat juga harus merasa diuntungkan. “Tidak ada satu pihak yang tak diuntungkan, dan tidak ada satu pihak yang dirugikan,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Jokowi, dirinya sealu memantau harga pasar, baik laporan dari para menteri, Bulog maupun memantau langsung harga-harga di pasar. “Kalau sulit kendalikan, kita jalankan operasi pasar atau cari cara yang lain,” tuturnya.

Pada kesempatan itu. Presiden Jokowi menyampaikan keprihatin terhadap stok betas nasional yang sangat kecil¬† dibanding negara lain. “Ada yang tahu cadangan betas kita ada betapa? China memiliki stok beras sekitar 40 juta ton. Filipina¬† memiliki stok beras 2,5 juta ton, padahal penduduknya 90 juta,” ungkap Jokowi.

Dia berharap, Perum Bulog paling tidak stoknya di atas 10 juta ton. Untuk itu, Presiden meminta agar para pertani terus berproduksi. “Di Karawang kemarin saya lihat 1 hektare bisa dihitung 13,4 ton. Mungkin faktanya bisa 10,7 per hektare,” kata Jokowi.

Menurut Presiden, selain untuk stok, beras simpanan itu juga bisa untuk diekspor. Jokowi meminta para pengusaha bekerja dengan baik, karena dirinya adalah mantan pengusaha sehingga sudah memahami permainan pedagang, dan sudah memahami pula apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi permainan para pedagang tersebut.

“Saya tidak ingin merugikan bapak dan ibu. Kita bekerja bersama untuk kebaikan negara, kebaikan Rakyat dan kebaikan kita semua,” kata Presiden.

Kepada Bulog, Presiden Jokowi meminta agar ke depan tugasnya adalah membeli seluruh produksi dari petani. “Semuanya! Tidak ada kata gudang Bulog telah penuh. Mulai saat ini, Bulog harus memikirkan berapa gudang yang harus disiapkan,” tegas Presiden.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *