Jokowi Ingin Kampung Nelayan Disulap Seperti Kampung Air Di Brunei

 

Pasar ikan di Muna Sulawesi Tenggara (Dok. Rare/Yayat Afianto)
Pasar ikan di Muna Sulawesi Tenggara. Pemerintah ingin sulap kampung nelayan jadi kampung air seperti di Brunei (Dok. Rare/Yayat Afianto)

Jakarta, Villagerspost.com – Kampung nelayan yang selama ini identik dengan becek, banjir dan kumuh, kemungkinan sebentar lagi akan berubah. Pasalnya, Presiden Joko Widodo telah meminta kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Muljono untuk merevitalisasi kawasan-kawasan permukiman nelayan yang kumuh.

“Dipanggil karena Presiden punya ide untuk merevitalisasi kawasan nelayan yang kumuh, supaya bisa lebih rapi,”: kata Basuki kepada wartawan seusai diterima Presiden Jokowi, di kantor Presiden, Jakarta, Senin (22/6) seperti dikutip setkab.go.id.

Presiden Jokowi, kata Basuki, menugaskan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memilih sekitar 10 kawasan nelayan kumuh di seluruh Indonesia untuk dijadikan proyek percontohan.

“Dari 10 kawasan nelayan kumuh yang dimaksud Presiden, di antaranya di kawasan Belawan, Pekalongan, dan Tegal,” ungkap Basuki.

Menteri PUPR menambahkan, bahwa Presiden Jokowi telah meminta agar kawasan-kawasan permukiman nelayan yang kumuh dibangun menjadi kota di atas perairan seperti yang ada di Brunei Darussalam.

“Presiden meminta agar kawasan nelayan kumuh itu dapat dibentuk sebagai kota air, tapi diharapkan tidak mahal,” kata Basuki.

Menteri PUPR belum bisa memperkirakan kebutuhan investasi untuk membangun kawasan-kawasan permukiman nelayan itu. Hanya saja untuk membangun perkampungan apung seperti di Brunei, Basuki berharap bisa direalisasi dengan dana yang tidak begitu besar.

Dana untuk merevitalisasi kampung nelayan itu sendiri dimungkinkan bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) “Konsep yang diinginkan seperti kota air dan bersih yang bersih, tapi tidak mahal. Beliau melihat kota air di Brunei. Itu rapi dan bersih tapi kan butuh biaya besar, dan kita nggak mampu. Jadi kami diminta untuk membuat perspektif desain, sebelum dan sesudahnya seperti apa, kira-kira bisa dikerjakan apa nggak,” jelas Basuki. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *