Jokowi Minta Mentan dan Mendag Jaga Stabilitas Harga Pangan

Bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional (dok. hargasumut.org)
Bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional (dok. hargasumut.org)

Jakarta, Villagerspost.com – Presiden Joko Widodo meminta kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong untuk menjaga stabilitas harga pangan pokok. Permintaan itu disampaikan Jokowi terkait terjadinya lonjakan harga pangan akhir-akhir ini.

Untuk itu Jokowi meminta agar kedua menterinya itu mengambil langkah-langkah dan membuat strategi besar atau perancangan besar tentang persoalan pangan. “Presiden meminta kepada Menteri Perdagangan bersama Menteri Pertanian untuk benar-benar menjaga harga, yang wajar, yang bisa menguntungkan petani, tetapi juga tidak merugikan para produsen,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung kepada wartawan usai mengikuti rapat terbatas, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/1), seperti dikutip setkab.go.id.

Dalam amanatnya itu, Jokowi menegaskan agar mekanisme pasar diatur agar tidak memberikan keuntungan yang terlalu besar bagi middle man. “Sekarang ini yang mendapatkan keuntungan yang terlalu besar terkait dengan terjadinya lonjakan harga pangan adalah middle man, yaitu mereka yang berada di antara produsen dan konsumen,” ujar Pramono.

Dia menegaskan, middle man kebanyakan adalah pemain-pemain besar yang selama ini menguasai dan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan keuntungan kumulatif para petani.

Atas penugasan Jokowi ini, Mendag Thomas Lembong mengatakan, siap menjaga keseimbangan antara produsen, konsumen dan pedagang. “Jadi jangan sampai satu pihak yang diuntungkan secara berlebihan atau tidak proporsional. Seperti sudah diuraikan pada pembukaan, ini tentunya bukan hal yang mudah tapi akan kita terus upayakan,” ujarnya.

Thomas Lembong mengakui, Indonesia punya ketergantungan yang berlebihan kepada sumber impor. Karena itu diharapkan dengan modernisasi kebijakan soal impor, diharapkan bisa membuka alternatif lain untuk diversifikasi sumber impor dan mengurangi ketergantungan. Selain itu bisa menciptakan persaingan antar importir.

Mendag juga menyampaikan, salah satu aspek besar dari rantai pasok yang panjang itu adalah di logistik. Ia mengharapkan, upaya-upaya yang telah diumumkan oleh Menko Perekonomian bisa mempertajam persaingan di angkutan dan pengiriman barang.

“Jadi merangkumkan itu semua tentunya lonjakan harga pangan. Khususnya telur, ayam, daging sapi, sudah pasti menjadi perhatian bagi pemerintah dan kami sedang giat mengkoordinasikan internal bagaimana bisa mengatasi masalah itu segera,” pungkas Lembong. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *