Jokowi Serahkan Anugerah Adhikarya Pangan kepada 73 Pelopor Kedaulatan Pangan

Presiden Joko Widodo berdialog dengan pemenang penghargaan Adhi Karya Pangan (dok. sekretariat kabinet)
Presiden Joko Widodo berdialog dengan pemenang penghargaan Adhi Karya Pangan (dok. sekretariat kabinet)

Jakarta, Villagerspost.com – Presiden Joko Widodo, hari ini Rabu (30/11) menyerahkan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) Tahun 2016 kepada 73 orang baik kelompok maupun perorangan yang dinilai telah berprestasi dalam upaya mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahana pangan. Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi juga berjanji akan mengunjungi Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan untuk melihat langsung keberhasilan daerah tersebut dalam menjamin ketersediaan air untuk irigasi sawah dan tambak.

Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru merupakan salah satu penerima penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) Tahun 2016. Penghargaan ini diberikan karena pemerintah Kabupaten Wajo telah membangun bendung gerak Cenranae untuk mengatur permukaan air danau Tempe, dan membangun bendungan Paseloreng yang dapat mengairi 7.000 hektare sawah. Sang bupati juga melakukan normalisasi saluran irigasi di seluruh wilayah, serta merencanakan pembangunan 1 juta unit kantong air dimana diantaranya 200 unit sudah terbangun.

Dalam keterangan persnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, ada lima kategori penghargaan yang diserahkan oleh Presiden Jokowi. Kelima kategori itu adalah Pembina Ketahanan Pangan sebanyak 18 orang, Pelopor Ketahanan Pangan 5 orang, Pelayanan Ketahanan Pangan 17 orang, Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan 30 penerima, dan Pemangku Ketahanan Pangan sebanyak 3 orang.

Untuk penghargaan kategori Pembina Ketahanan Pangan diberikan kepada kepala daerah yang berhasil menggerakkan perangkat daerah dan masyarakat dalam mengurangi kemiskinan, kerawanan pangan, gizi buruk, dan meningkatkan produksi pangan serta mempercepat diversifikasi pangan dalam mewujudkan kedaultan, kemandirian dan ketahanan pangan. “Ada 3 Gubernur, 5 Bupati/ Walikota dan 10 Kepala Desa/Lurah yang menerima penghargaan ini,” kata Amran.

Sedangkan penghargaan kategori Pelopor Ketahanan Pangan diberikan kepada 5 penerima, baik perseorangan (bukan tokoh organisasi formal) atau kelompok. “Mereka dinilai sebagai tokoh atau kelompok yang sukses merintis usaha baru (inovasi) dalam pemanfaatan sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya finansial, sumber daya teknologi dan sumber daya sosial di daerahnya untuk mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan ketahanan pangan,” terang Amran.

Kelima pemenang kategori ini adalah: Suwarno, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur; Andris Wijaya, Kab. Garut, Provinsi Jawa Barat; Joni Saputra, Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat; H. Ali Rahman, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau; dan Untung Wijanarko, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta

Pada kriteria Pelayanan Ketahanan Pangan, penghargaan diberikan kepada 8 orang penyuluh/pendamping; 3 orang peneliti; 6 pengawas/medik veteriner dan pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT) yang berprestasi dan aktif memberikan pengabdian/pelayanan kepada masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan ketahanan pangan di wilayahnya yang melampaui tugas pokoknya dan/atau prestasi luar biasa.

Kategori Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan diberikan kepada 10 kelompok/gabungan kelompok pelaku produksi pangan; 9 kelompok/gabungan kelompok pelaku pemberdayaan masyarakat; dan 11 kelompok pelaku pengembangan pangan olahan/ perakitan tekhnologi pangan yang berhasil mengelola kegiatan produksi pangan/pemberdayaan masyarakat/ pengembangan industri pangan olahan/ perakitan teknologi pangan dalam mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan.

Terakhir, kategori Pemangku Ketahanan pangan diberikan kepada Abah Asep Nugraha (Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat); Uus Permana, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat; dan Akhmad Bakeri, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Mereka adalah perseorangan yang menjadi tokoh masyarakat setempat atau tokoh adat non PNS, pejabat pemerintah, serta bukan isteri/suami pejabat pemerintah) yang mempunyai pengaruh besar, kharisma dan berhasil menggerakkan masyarakat untuk melestarikan dan memperbaiki adat dan budaya lokal (local wisdom) dalam melaksanakan pemberdayaan, penguatan ekonomi dan pengelolaan lingkungan guna mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan ketahanan pangan.

Amran Sulaiman menegaskan, penghargaan ini diberikan untuk menumbuhkan dan mendorong semangat kreativitas serta partisipasi masyarakat untuk mengambil peran lebih besar dan memotivasi dalam mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan di daerah. “Karena keberhasilan pembangunan pertanian tidak dapat dilepaskan dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak, dari lintas sektor,” tegas Amran.

“Tokoh-tokoh yang menerima penghargaan telah melewati proses pengusulan dan penilaian secara berjenjang dengan memperhatikan keunggulan dan dampak dari kegiatan yang dilakukan terhadap peningkatan kualitas kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya,” kata Amran menambahkan.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *