Jual Rugi Sapi Demi Jokowi

Kapal pengangkut ternak KM Camara 1 yang diresmikan Presiden Jokowi (dok. setkab.go.id)
Kapal pengangkut ternak KM Camara 1 yang diresmikan Presiden Jokowi (dok. setkab.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Dioperasikannya kapal pengangkut sapi dari NTT KM Camara Nusantara I dibanggakan pemerintah bakal menstabilkan harga daging sapi khususnya di Jakarta. Presiden Joko Widodo mengatakan dioperasikannya kapal ini, bakal mampu memudahkan transportasi ternak dari sentra-sentra ternak ke wilayah pemasaran.

Jokowi menegaskan, kapal pengangkut ternak ini akan dikembangkan ke daerah-daerah yang menjadi basis peternakan sapi. Saat menyambut kedatangan kapal tersebut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (11/12) lalu, Jokowi berharap harga daging sapi bisa beranjak normal.

Kapal Camara Nusantara I itu berangkat dari Nusa Tenggara Timur dengan mengangkut 350 ekor sapi NTT. Jokowi mengatakan, adanya kapal pengangkut sapi itu telah menurunkan harga transportasi dari sebelumnya Rp1,2 juta-Rp1,8 juta bisa dipangkas menjadi sekitar Rp320.000.

Dengan demikian, harga sapi per kilogram diharapkan akan menjadi Rp35.000–Rp 37.000 sementara untuk harga daging sapi akan menjadi Rp72.000–Rp76.000 per kilogram. “Ini sebetulnya yang kita bilang tol laut tol laut sebetulnya ini, nanti akan semua harga akan seperti ini,” kata Presiden Jokowi.

Sayangnya, belakangan ada cerita kurang sedap beredar dibalik sukses pengoperasian KM Camara Nusantara I itu. Para pedagang sapi mengaku terpaksa menjual rugi sapinya demi menyukseskan program Jokowi tersebut. Hal itu terungkap dari cerita salah seorang pengusaha bernama Hendrik Hartono dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (5/1) lalu.

Dalam forum itu, Hendrik mengaku mengalami kerugian sebesar Rp3000 per kilogram berat sapi hidup dari sapi-sapi yang dijualnya ke Jakarta melalui KM Camara Nusantara I. Harga sapi-sapi tersebut di Jakarta ditetapkan sebesar Rp35 ribu per kilogram bobot hidup. Padahal harga belinya di atas harga itu.

Hendrik mengatakan, dia membeli sapi di NTT senilai RP38 ribu-Rp40 ribu per kilogram bobot hidup. Di tingkat peternak di NTT, sapi memang dijual seharga Rp28 ribu-Rp30 ribu per kilogram bobot hidup namun, kata Hendrik, harga itu belum termasuk biaya angkutan sebesar Rp1,1 juta per ekor serta biaya pakan selama pengangkutan dan biaya lain-lain.

Meski begitu, toh dia mau tak mau harus menerima harga jual rugi itu demi menyukseskan program Jokowi. “Kemarin kan kapal perdana, masuk Jakarta Pak Jokowi yang sambut, jadi kita harus berpartisipasi,” ungkap Hendrik.

Pernyataan Hendrik itu dibenarkan Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana. Dia mengatakan harga daging sapi NTT tak mungkin dijual seharga Rp75 ribu per kilogram meski kapal ternak sudah dioperasikan.

Terlebih kapal itu hanya mengangkut sedikit sapi dari NTT yang tak mungkin bisa mempengaruhi harga daging sapi yang terbentuk di Jakarta. Dia menduga, Presiden Jokowi mendapatkan masukan yang salah soal ini. “Tidak mungkin juga menurunkan harga di Jakarta yang sudah terbentuk Rp100 ribu per kilogram. Dugaan saya ini ada salah informasi yang diberikan kepada Pak Jokowi,” kata Teguh.

Pengakuan para pengusaha ini langsung dibantah oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Dia mengatakan, sapi NTT yang diangkut kapal Camara Nusantara I sudah dibayar dengan harga yang pantas. Amran menantang para pengusaha yang mengaku rugi untuk membuka laporan keuangannya. “Coba periksa keuangannya, apa benar rugi?” kata Amran, di Jakarta, Rabu (6/1).

Dia menilai, pengakuan rugi itu hanya trik para pengusaha untuk tetap bisa memainkan harga dan meminta kenaikan harga. Amran mengaku mafhum, dioperasikannya kapal ternak ini menimbulkan banyak ketidaksukaan dari pihak yang memainkan harga selama ini. “Kita akan membangun struktur pasar yang baru, ini tidak mudah, ada resistensi dimana-mana,” tegas Amran.

Pemerintah, kata Amran, tak akan menyerah pada tekanan para pemain harga ini dan akan terus berupaya membangun struktur pasar baru yang menjadi stabilitas harga daging sapi. “Karena ini menguntungkan rakyat,” ujarnya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *