Jutaan Orang Terancam Kelaparan Akibat Terpaan Super El Nino

Kekeringan akibat dampak El Nino, Tahun ini diperkirakan Super El Nino akan terbentuk dan membuat jutaan orang terancam kelaparan (dok. climatecentral.org)
Kekeringan akibat dampak El Nino, Tahun ini diperkirakan Super El Nino akan terbentuk dan membuat jutaan orang terancam kelaparan (dok. climatecentral.org)

 

 

Jakarta, Villagerspost.com – Setidaknya sejumlah 10 juta orang terancam menghadapi kelaparan tahun ini akibat kekeringan dan musim hujan yang tak menentu yang dipengaruhi oleh terbentuknya fenomena iklim “Super El Nino”. Memasuki musim hujan yang tak pasti, El Nino dan keamanan pangan, Oxfam mengatakan panen sudah mengalami kegagalan di kawasan Selatan Afrika dan Amerika Tengah.

Hal itu membuat harga-harga pangan seperti jagung di pasar lokal meningkat. Ethiopia dan sebagain Asia Timur serta sebagian Asia Tenggara mulai menderita akibat dampak dari kekeringan dan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dalam beberapa bulan ke depan.

Pemimpin dunia bersiap untuk mengadakan pertemuan di Paris pada bulan Desember untuk membahas persetujuan iklim yang bersifat universal dan mengikat secara hukum. Oxfam mengingatkan bahwa kekacauan iklim ini dapat meningkatkan kegentingan kemanusiaan ketika sumberdaya dan kapasitas terlanjur mengalami penurunan yang besar.

Ilmuwan mengatakan, frekuensi perubahan iklim akan meningkat dua kali lipat akibat terjangan Super El Nino. Ini adalah fenomena alam yang terjadi setiap 7 atau 8 tahun ketika satu bagian besar energi panas terlepas dari laut menuju atmosfer dan mempengaruhi pola cuaca global.

Direktur Eksekutif Oxfam Internasional Winnie Byanyima mengatakan, jutaan orang miskin mulai merasakan efek dari Super El Nino ini. “Mereka melihat tanaman mereka gagal panen, harga pangan pokok melonjak karena ada keterbatasan suplai,” katanya dalam pernyataan tertulis yang diterima Villagerspost.com, Kamis (1/10).

Cuaca ekstrem ini hanya akan meningkat jika perubahan iklim mengalami peningkatan. Tahun 2014 adalah tahun terpanas yang tercatat dan tahun ini sepertinya akan lebih panas lagi.

“Pemerintah terbangun melihat fakta bahwa perubahan iklim sudah terjadi dan ada keperluan mendesak untuk membuat kesepatan global untuk mengatasinya,” kata Byanyima.

Di tahun 2011 penundaan dalam merespons krisis pangan di wilayah tanduk Afrika menyebabkan kematian lebih dari 260.000 orang. Hujan sangat dibutuhkan pada bulan November di Selatan Afrika untuk mencegah krisis pangan pada tahun depan.

Dampak dari suhu tertinggi yang tercatat dan dampak Super El Nino sudah dirasakan. Misalnya sebagai berikut:

* Pemerintah Ethiopia memperkiraka bahwa 4,5 juta orang akan memerlukan bantuan pangan pada akhir tahun karena musim kemarau.
* Panen jagung di Zimbabwe hanya mencapai 35% di bawah rata-rata akibat kekeringan.
* Pada 2016, lebih dari 2 juta orang di Malawi akan berjuang untuk mencukupi kebutuhan pangan.
* Di Guatemala dan Honduras ratusan ribu petani menderita kehilangan sebagian atau seluruhnya dari panen mereka akibat kekeringan dan perubahan musim.
* Papua Nugini dilanda hujan lebat yang mengakibatkan longsor, dan kemudian dilanda kekeringan dan suhu panas yang dahsyat yang mengancurkan tanaman pangan dan membawa dampak bagi 1,8 juta orang.
* Pemerintah Indonesia mengumumkan kekeringan di hampir seluruh 34 provinsi.

El Nino besar terakhir di tahun 1997-98 menyebabkan kekacauan iklim dan bencana kemanusiaan di banyak negara dari Peru hingga Indonesia.

Sebagi tambahan, pola El Nino semakin sulit diprediksi. Dengan perubahan iklim yang terus berlangsung 2014 menjadi tahun terpanas yang tercatat.

El Nino terbentuk belakangan, namun musim yang terbentuk di Selatan Afrika dan Amerika Tengah berlaku seolah El Nino telah terjadi. Suhu terus meninggi tahun ini dan beberapa ilmuwan memprediksi ini akan menjadi El Nino terkuat atau Super El Nino yang pernah ada. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *