Kabupaten Tapin Bakal Jadi Lumbung Pangan Perbatasan

Panen padi di Kabupaten Tapin, Kalsel (dok pemprov kalsel)
Panen padi di Kabupaten Tapin, Kalsel (dok pemprov kalsel)

Jakarta, Villagerspost.com – Kabupaten Tapin , Kalimantan Selatan bakal menjadi salah satu wilayah yang disiapkan untuk menjadi daerah lumbung pangan di perbatasan. Karena itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta agar kabupaten tersebut meningkatkan produksi pangannya. Beberapa komoditas yang harus ditingkatkan adalah padi, bawang merah, dan cabai.

Jika bisa meningkatkan produksi ketiga komoditas tersebut, selain bakal menjadi sentra pemenuhan kebutuhan pangan Kalsel, Tapin juga bisa menjual atau mengekspor produknya ke Malaysia. “Artinya Tapin mampu memenuhi kebutuhan padi, bawang merah dan cabai dari produksi sendiri. Dengan begitu, akan berdampak pada penurunan inflasi,” demikian kata Amran saat melakukan Gerakan Tanam Padi sekaligus meninjau pengembangan bawang merah di Desa Purut, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Kamis (15/12).

Dalam kesempatan itu, Amran memberian bantuan berupa combine harvester sebanyak 28 unit, alat tanam padi sebanyak 56 unit, traktor roda 4 sebanyak 12 unit dan alat pasca panen padi (power thereser) sebanyak 10 unit. Amran juga pun memberikan tambahan bantuan berupa traktor sebanyak 5 unit dan pompa air sebanyak 10 unit.

Amran menyampaikan program peningkatan produksi pangan Kalsel salah satunya Tapin yakni sesuai dengan arahan Presiden Jokowi agar menciptakan program yang dapat membangun daerah dari pinggir. Dengan begitu, daerah-daerah pinggir khususnya wilayah perbatasan mampu memproduksi pangan sendiri dan menyediakan pangan murah. Sebab, selama ini kebutuhan pangan didatangkan dari daerah lain, sehingga harga pangan cenderung lebih mahal.

“Dulu saat tidak produksi sendiri cabai di Tapi mencapai Rp60.000 per kilogram, tapi sekarang karena sudah bisa produksi sendiri harganya hanya mencapai Rp25.000 per kilogram,” ujarnya.

Menurut Amran, sudah 71 tahun Indonesia merdeka, baru saat ini masyarakat Tapin mengenal tanam bawang merah sendiri. Luas lahan pada awal pengembangan bawang merah di Tapin hanya sebesar 4 hektare. Kemudian tahun 2015, Kementerian Pertanian memberikan bantuan pengembangan untuk 100 ha. Alhasil, luas lahan bawang merah Tapin saat ini mencapai 410 ha dengan tingkat produksi rata-rata 11 ton/ha.

“Inilah mimpi kami dulu bahwa Kalimantan Selatan tidak lagi mengambil bawang merah dan juga cabai dari Jawa atau daerah lain. Beigu pun beras pun harus swasembada,” tutur Amran.

Dalam kesempatan itu, Bupati Tapin Arifin menjabarkan, luas lahan padi Tapin tahun 2016 sebesar 74.970 ha dengan tingkat produksi rata-rata 5,2 ton/ ha sehingga produksinya mencapai 380.000 ton. Realisasi tanam padi sampai dengan bulan Desember 2016 sebesar 11.810 ha. “Kami janji dapat memenuhi pencapaian target luas tanam padi Oktober hingga Maret 2017 sebesar 86 ribu hektar,” ujarnya.

Arpan menyampaikan apresiasi atas dorongan atau dukungan Kementerian Pertanian melalui Program Upaya Khusus Peningkatan Swasembada Pangan, sehingga kinerja sektor pertanian Tapin berkembang dengan cepat. “Hasilnya, Tapin dapat meningkatkan produksi pangan dan masyarakat dapat memenuhi sendiri kebutuhan pangannya,” ujarnya.

Ikuti informasi terkait lumbung pangan perbatasan >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *