Kades Tak Perlu Takut Belanjakan Dana Desa

Pembangunan jalan desa untuk meningkatkan konektivitas desa (jeparakab.go.id)
Pembangunan jalan desa untuk meningkatkan konektivitas desa (jeparakab.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kepala desa kembali diimbau untuk tidak takut dalam membelanjakan dana desa khususnya untuk program padat karya dan percepatan kesejahteraan desa. Hal itu disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar saat mengumpulkan seluruh Kepala Desa (Kades) se-Purwakarta dalam kerja cepat yang dilakukan  di awal tahun 2016.

“Justru dengan dana desa ini,  kalau dibelanjakan untuk program desa akan membantu pembangunan nasional,” ujar Marwan seperti dikutip kemendesa.go.id.

Dia mengakui saat ini banyak kepala desa masih takut membelanjakan dana desa meski program sudah disetujui dan dana sudah dianggarkan. Marwan juga mengaku tahu ada pihak yang sengaja menakut-nakuti kepada desa sehingga tak berani menggunakannya dengan tujuan menghambat pembangunan desa.

Terhadap soal ini, Marwan mengatakan, Kemendesa PDTT menjamin kepala desa yang menggunakan dana desa dengan benar tak bakal bermasalah hukum. “Saya tegaskan,  jangan takut dari kepolisian juga sudah karena kapolri dan kejaksaan agung membuat surat agar tidak lajukan kriminalisasi kepada kades yang memakai dana desa,” ujarnya.

Kapolri, kata Marwan, sudah meminta agar para kapolres menahan diri tidak menangani kasus yang bersinggungan langsung dengan kades terkait penggunaan dana desa. Hal ini dilakukan agar dana desa disalurkan dan dipakai dengan benar.

“Ini sangat penting karena penyerapan dana desa akan membuat berdampak  positif bagi pertumbuhan ekobomi nasional,” tegas Marwan.

Soal kemungkinan adanya penyimpangan, Marwan menegaskan, sudah ada sistem pengawasan berlapis dan upaya-upaya yang sifatnya preventif. Sudah ada BPKP yang tersebar di desa-desa untuk penyiapan audit yang benar.

Juga ada pendamping desa dan pihak pemkab yang ikut mengarahkan. “Jadi berlapis pengawasannya. Bahkan kajari kabupaten juga  melakukan pelatihan bagaimana agar dana desa dipakai sesuai koridor. Langkah preventif sudah dilakuakan terus,” kata Menteri kelahiran Pati, Jawa Tengah itu.

Marwan mengingatkan bahwa komitmen pemerintahan Jokowi-JK dalam menempatkan desa sebagai pondasi pembangunan nasional sudah sangat kuat. Bahkan postur APBN juga sudah memihak ke daerah, karena dana transfer daerah terus meningkan dan mencapai angka tertinggi sampai sejauh ini.

“Nilai dana transfer daerah itu sudah mencapai Rp700 triliun. Ini sejarah paling tinggi dan bentuk komitmen bahwa pembangunan nasional dimulai dari daerah dan desa,” tukas Menteri Marwan.

Pada kesempatan sama, Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi mengatakan, program untuk desa membangun memang terus dijalankan dan dengan penuh inovasi. Tujuan utamanya adalah agar desa bisa sejajar dengan kota dalam hal pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya.

“Intinya mah, bagaimana desa itu bisa sama dan sejajar dengan kota. Desa menjadi makmur dan tidak ada ketimpangan,” ujar Dedy. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *