Kapal Crystal 7 Rusak Terumbu Karang, Kepala TN Bunaken Minta Operator Tanggung Jawab | Villagerspost.com

Kapal Crystal 7 Rusak Terumbu Karang, Kepala TN Bunaken Minta Operator Tanggung Jawab

Kekayaan terumbu karang di Indonesia (dok. wwf.or.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kepala Taman Nasional Bunaken Dr. Farianna Prabandari meminta kepada PT Manado Maju Wisata, selaku operator kapal Crystal 7 untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi pada terumbu karang di Ron’s Point Divespot di perairan Pulau Bunaken. Seperti diketahui, pada tanggal 6 Oktober lalu, kapal tersebut mengalami kandas dan merusak kawasan terumbu karang.

Akibat gerusan kapal Crystal 7 dilokasi Ron’s point divespot telah terjadi kerusakan ekosistem terumbu karang pada tingkatan kelompok dan koloni dengan klasifikasi sedang dan besar. Karang yang rusak termasuk dalam kategori massive dan sub massive.

“Kita ketahui bersama karang memiliki pertumbuhan yang sangat lambat, apalagi yang mengalami kerusakan adalah karang massive dan sub massive. Dampak yang ditimbulkan atas kerusakan karang itu akan terganggunya keseimbangan ekosistem serta mempengaruhi tingkat kepuasan wisatawan,” kata Farianna dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Minggu (14/10).

Pihak TN Bunaken sendiri sebelumnya sudah melakukan pengecekan lapangan serta pengumpulan data untuk membuktikan terjadinya kerusakan akibat kandasnya kapal yang tengah membawa wisatawan di Pulau Bunaken tersebut. Dari pengecekan diketahui, lokasi kandas kapal berada pada titik koordinat N : 01°36’23,75 dan E : 124°44’09,29″ dan kapal menggerus rataan terumbu dengan luas lebih kurang 198 m2.

Farianna mengatakan, atas kerusakan terumbu karang tersebut, pihaknya juga sudah memberikan pemberitahuan kepada PT Manado Maju Wisata selaku pengoperasi kapal wisata tersebut melalui surat Nomor : S.480/BTNB/TU/TEK/2018 Tanggal 8 Oktober 2018. “Sekaligus surat ini merupakan laporan kepada Gubernur Sulawesi Utara dan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian LHK serta SKPD dan instansi terkait,” jelasnya.

Dia mengingatkan, Pulau Bunaken masih menjadi primadona wisata alam minat khusus (selam) di Sulawesi Utara dan barometer kunjungan serta promosi kepariwisataan. “Kami mengimbau kepada pihak PT. Manado Maju Wisata untuk memberikan sanksi kepada motoris kapal Crystal 7 dan tidak memperkenankan kapal berlayar di kawasan Taman Nasional Bunaken serta bertanggung jawab atas kerusakan terumbu karang yang ditimbulkan pada areal gerusan kapal dan sekitarnya,” tegasnya.

Untuk selanjutnya, kata Farianna, pihak perusahaan diingatkan agar berhati-hati dalam mengelola tur wisata di kawasan Taman Nasional Bunaken. “Patuhi aturan untuk tidak menginjak karang, tidak membuang jangkar di terumbu karang, tidak membuang sampah sembarangan, melakukan kegiatan diving dengan baik, aktivitas snorkeling dan discovery scuba dive pada lokasi yang ditentukan serta tidak melakukan pelayaran pada rataan terumbu,” ujarnya.

Pihak TN Bunaken, menurut Farianna, masih melakukan kajian lebih lanjut, telaah teknis akan dilakukan dengan melibatkan perguruan tinggi sesuai dengan bidang keahlian dan kompetensinya yang ditunjuk oleh pejabat minimal setara eselon II. “Adapun saat ini kami terus berkonsultasi ke pusat untuk petunjuk dan arahan Dirjen KSDAE terkait proses pemulihan dan tindakan lain yang dipandang perlu dilakukan sesuai peraturan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan,” tutup Farianna.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *