Kapal eks Cantrang Didorong Melaut ke Natuna

Nelayan memperbaiki jaring cantrang (dok. kkp.go.id)
Nelayan memperbaiki jaring cantrang (dok. kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kapal-kapal eks cantrang akan didorong untuk melaut di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) 711 yang meliputi perairan selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut China Selatan. Pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan, pemerintah berencana memindahkan sekitar 400 kapal ke wilayah tersebut dengan rincian 300 kapal untuk tahun 2016 dan 100 kapal untuk tahun 2017.

“Pemindahan kapal-kapal eks cantrang berukuran di atas 30 Gross Ton itu, dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tangkap nasional,” kata Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja, dalam  rapat koordinasi dengan Menteri Koordinasi Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli di kantor KKP, Rabu (13/7)

(Baca juga: Serangan Virus, Pemerintah Awasi Standar Kesehatan Produk Perikanan)

Sjarief mengaku optimis lewat program ini pemerintah mampu untuk membangun sektor kelautan dan perikanan di Natuna. Untuk rencana pemindahan 300 kapal eks cantrang pada 2016, Sjarief menargetkan pemindahan kapal-kapal eks cantrang ke WPP-RI 711 akan selesai pada Oktober 2016.

“Yang pertama, kita ingin nelayan-nelayan di utara Jawa bisa nangkap di Natuna dan menjual ikan di Selat Lampa. Yang kedua adalah budidaya, komoditasnya adalah napoleon, kerapu, dan rumput laut. Kita akan letakkan pusat pelayanan terpadu. Kita siapkan one stop show di Pulau Sedanau. Yang ketiga, kita akan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata di Pulau Senoa. Kita kembangkan fasilitas untuk wisata bahari di sana untuk menjadikan pulau tersebut menjadi wisata yang premium,” ungkap Sjarief.

Dalam kesempatan yang sama, Kemenko Maritim Rizal Ramli mengatakan, pemindahan kapal-kapal tersebut diharpkan setidaknya dapat menaikkan kapasitas perikanan tangkap di WPP-RI 711 dari 9,3 persen ke 40 persen. “Kita ingin tingkatkan kapasitas tangkap nasional. Solusinya adalah memindahkan kapal-kapal lokal di atas 30 GT di utara Jawa ke wilayah Natuna dan Arafura. Kita kasih mereka tangkapan yang gemuk. Ini akan meningkatkan kapasitas tangkap dari 9,3 persen ke sekitar 40 persen. Tahun depan kita akan tingkatkan lagi menjadi 70-80 persen. Kita buat mereka nikmati hasil tangkap yang banyak,” kata Rizal.

Rizal menambahkan, terdapat empat program yang dapat dijalankan untuk semakin menegakkan kedaulatan maritim Indonesia di wilayah Natuna. “Kita mesti konkret untuk meneguhkan kedaulatan Indonesia di wilayah Natuna. Rakyatnya diberdayakan sehingga kesatuan NKRI semakin kuat. Hal ini bisa dicapai melalui 4 program, yaitu perikanan, tourism, minyak bumi dan gas alam, dan perkuat pertahanan untuk kedaulatan Indonesia,” ujar Rizal.

Dia berharap, dengan naiknya kapasitas tangkap nasional dan ramainya WPP-RI 711 dengan kapal-kapal lokal, salah satu pasar ikan di Natuna dapat menjadi pasar ikan terbesar kedua di dunia setelah Tokyo. “Kita ingin Natuna jadi pasar ikan terbesar kedua di dunia setelah Tokyo. Nanti kita bikin tempat lelang ikan di Natuna. Ini akan difasilitasi oleh KKP. Nanti kami adakan rapat yang lebih teknis lagi terkait ini agar lebih bagus,” tegasnya. (*)

Ikuti informasi terkait perikanan >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *