Kapal Sapi Lancar Kementan Yakin Harga Daging Sapi Stabil | Villagerspost.com

Kapal Sapi Lancar Kementan Yakin Harga Daging Sapi Stabil

Kapal ternak KM Camara Nusantara I. Mentan jamin, kapal ternak tak pulang dengan tangan hampa (dok. kps.go.id)

Kapal ternak KM Camara Nusantara I. Mentan jamin, kapal ternak tak pulang dengan tangan hampa (dok. kps.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kapal Ternak KM Camara Nusantara I kembali merapat di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, tepatnya di Dermaga 107, Senin (22/2) pagi sekitar pukul 06.00. Kapal pengangkut ternak tersebut tiba setelah setelah menempuh pelayaran dari Nusa Tenggara Timur (NTT) selama 5 hari.

Dalam ekspedisinya kali ini, KM Camara Nusantara I berhasil membawa 500 ekor sapi dari NTT. Dari jumlah itu, 400 ekor diantaranya diturunkan di Jakarta dan 100 ekor diturunkan di Cirebon, Jawa Barat. KM Camara Nusantara I baru berangkat dari Cirebon, setelah menurunkan 100 ekor sapi dari Waingapu. Sisa 400 ekor dari Kupang itulah yang diturunkan di Priok.

(Baca Juga: Kapal Sapi Datang Lagi)

Kesuksesan kapal ternak ini membawa muatan sapi dari NTT dan NTB untuk kesekian kalinya semenjak kegagalan beberapa waktu lalu, membuat pihak Kementerian Pertanian (Kementan) optimis harga daging sapi, khususnya di Jakarta kembali stabil. Apalagi, kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman, nantinya pemerintah akan menambah lagi 7 kapal ternak sehingga total yang beroperasi menjadi 8 unit kapal.

Dengan begitu diharapkan sekali dua hari, kapal akan tiba di jakarta. Untuk memenuhi kapal ini, Gubernur NTT sudah siap menyiapkan 50 ribu ekor per tahun. “Apabila hal ini berjalan kita akan dapat memenuhi kebutuhan Jakarta secara rutin dan ini sangat berpengaruh. Peternak akan bertambah pengahsilannya sekitar 5000 rupiah dan konsumen terbantu dengan harga yang murah 85 ribu rupiah,” kata Amran Sulaiman.

Amran berharap, program ini akan terus dijalankan agar konsumen di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat dapat menikmati harga daging sapi Rp85.000/kg. Saat ini, harga daging sapi dibandrol Rp110.000 sampai Rp120.000/kg.

“Ini terus berjalan, zaman dulu baru satu kali kosong diteriaki, ini kosong kapalnya diputer dulu satu minggu. Coba sampaikan ke masyarakat bahwa ini sudah puluhan tahun kita ingin mengubah struktur pasar yang ada. Ini baru 1 kapal, nanti ada 7 kapal untuk angkut sapi. Ini akan rutin, kami harap nanti harganya Rp85.000/kg tiba di pasar,” terang Amran.

Sebelumnya, pihak Kementan bersama PT Berdikari (Persero) juga menggelar operasi pasar dengan penjualan paket daging sapi lokal terjangkau dengan harga Rp85.000 per kg untuk masyarakat dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah). Kegiatan penjualan daging sapi lokal terjangkau dilakukan di acara Car Free Day, Minggu (21/2).

Lewat acara ini, Kementan berupaya menekan harga jual daging sapi di tingkat konsumen agar lebih terjangkau, khususnya pada konsumen di wilayah Jakarta dan sekitarnya. “Daging sapi yang dijual kali ini merupakan daging hasil pemotongan sapi lokal yang berasal dari daerah potensi sumber sapi potong (NTT dan NTB) yang diangkut menggunakan kapal khusus ternak KM Camara Nusantara I milik pemerintah,” kata Amran Sulaiman dalam kesempatan itu.

Program penyediaan kapal ternak oleh pemerintah ini, lanjut dia, sangat membantu masyarakat, baik peternak maupun masyarakat konsumen. Karena peternak dapat menerima harga jual sapi yang lebih tinggi.

“Hal ini juga karena Berdikari memotong mata rantai dengan membeli sapi langsung pada kelompok-kelompok ternak. Di lain pihak masyarakat konsumen menerima harga jual daging sapi yang lebih terjangkau karena Berdikari langsung memprosesnya pada Rumah Potong yang dimiliki dan menjualnya Iangsung pada konsumen dan UKM,” tegas Amran.

Dia menambahkan proses pemotongan di Rumah Potong Berdikari ini dilakukan dengan standar internasional dikontrol oleh veteriner (dokter hewan) dan memperhatikan aspek animal welfare, serta telah tersertiflkasi halal oleh MUI sehingga daging sapi yang dihasilkan memiliki keunggulan dan kualitas yang baik.

“Daging yang dihasilkan melalui proses pemotongan yang modern berstandar internasional. Proses ini dapat menghilangkan kaku otot dan menjadikan daging yang dihasilkan lebih empuk dan cocok untuk masakan nusantara dan internasional. Selain itu, daging PT Berdikari (Persero) ini juga lebih Higienis. Karena daging sapi diproses di RPH berstandar internasional dan sama sekali tidak menyentuh tanah,” kata Amran berpromosi. (*)

Ikuti informasi terkait harga daging sapi >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *