Kasus Bawang Putih Impor Ilegal, DPR Desak Importir Nakal Ditindak

Bawang putih impor menguasai pasar lokal (dok. pemerintah kota batu)

Jakarta, Villagerspost.com – Kasus bawang putih impor ilegal terus menjadi sorotan para wakil rakyat. Apalagi bawang impor yang belakangan ternyata diketahui mengandung penyakit itu, malah bocor ke pasar. Tak heran jika anggota Komisi IV DPR Felicitas Tallulembang mendesak agar importir nakal yang menyalahgunakan izin impor bibit menjadi impor bawang putih itu ditindak tegas.

“Saya menyesalkan adanya penjualan bibit bawang putih ke pasaran oleh importir. Mengingat pemerintah telah menetapkan pelarangan penjualan bibit bawang putih di pasaran, apalagi bibit impor. Namun dengan ditemukannya berton-ton bibit tersebut ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap importir sangat lemah,” kata legislator yang akrab disapa Felic itu, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/3).

Dia menegaskan, dengan adanya izin mengimpor bibit bawang putih, seharusnya bibit bawah putih impor tersebut dijual kepada para petani bawang untuk ditanam kembali. “Kementerian Pertanian memberikan rekomendasi impor bibit bawang putih itu salah satunya untuk alasan swasembada, sehingga ke depan Indonesia tidak lagi lakukan impor karena sudah mampu menghasilkan bibit atau bening bawah putih sendiri,” ujarnya.

Dalam rangka itu, kata Felic, Kementan juga sudah mengeluarkan peraturan menteri pertanian (Permentan) No.38 Tahun 2017 Pasal 32 yang mewajibkan para importir menanam bawang putih sebanyak lima persen dari jumlah impor yang diajukannya. Politikus Partai Gerindra itu berharap Kementan selaku mitra kerja Komisi IV DPR tidak lagi mengeluarkan RIPH (Rekomendasi Impor Produk Hortikultura) terhadap importir nakal.

“Perusahaan pengimpor itu juga harus diberikan sanksi tegas berupa penghentian atau pencabutan SIPI (surat ijin persetujuan impor). Hal ini semata untuk memberikan efek jera terhadap pelaku, serta menjadi contoh buruk bagi importir lain untuk tidak berbuat serupa,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyita lima ton bibit bawang putih impor dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Padahal Kementerian Perdagangan dan Pertanian jelas melarang penjualan bibit bawang putih di pasaran. Perusahaan pengimpor itu adalah Tunas Sumber Rezeki yang memiliki surat izin impor bawang putih sebanyak 300 ton. Namun yang terealisasikan baru 232 ton impor bibit bawang putih.

Direktur Tertib Niaga Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Perdagangan Veri Anggriono sebelumnya menegaskan, pihaknya akan menindak tegas importir nakal tersebut jika terbukti melanggar ketentuan importasi. Kemendag, kata Veri, saat ini tengah menelusuri perizinan dan asal muasal hasil temuan bawang putih impor yang diduga ilegal dan tak memenuhi peraturan wajib administrasi. “Kami sudah tarik 5 ton bawang putih ilegal dari Pasar Induk Kramat Jati. Ada delapan kontainer yang kami inventarisasi, yang masuk,” tutur Veri.

Dia menduga, bawang putih impor ilegal tersebut telah didistribusikan dan menyebar ke berbagai kota lainnya baik di Pulau Jawa hingga Pulau Sumatera. Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan akan melakukan penelusuran ke Medan secara langsung. “Kami akan cek kembali pendalaman kami terkait ini,” ungkapnya.

Bawang putih impor ilegal ini, diketahui juga mengandung penyakit. Hasil pengujian Badan Karantina Kementerian Pertanian terungkap, benih bawang putih tersebut terinfeksi Nematoda Ditylenchus Dipsaci. Mikroba tersebut merupakan hama penyakit yang berpotensi bagi membahayakan pertanaman bawang dan tanaman hias lainnya di Indonesia.

Benih bawang putih tersebut masuk ke wilayah NKRI menggunakan phytosanitary certificate atau sertifikat kesehatan tumbuhan dari negara asalnya yaitu China. Importir melaporkan Bibit Bawang Putih yang diimpor sejumlah 232.000 kg atau sebanyak 13.050 bags.

Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini mengatakan, adanya temuan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) pada bawang putih impor ilegal itu, akan sangat merugikan dan membahayakan sistem pertanaman bawang putih ditengah upaya menuju swasembada. Nematoda Ditylenchus Dipsaci berbahaya karena bisa merusak kelangsungan seluruh area perkebunan bawang putih.

“Kami telah lakukan penyidikan terhadap kasus ini, dan masih terus berjalan. dan sesuai instruksi pak Menteri agar importir tersebut di-blacklist,” terang Banun.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *