Ke Madura, Kementan Beri Bantuan Beri Bantuan Rp10 Miliar untuk Petani

Petambak garam di Madura, Jawa Timur (Dok. KIara)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghadiri Temu Tani Milenial dan Kontes Ternak Sapi Madura di Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan, Kab. Pamekasan, Selasa (19/2). Dalam kesempatan itu, Amran menyerahkan bantuan dari Kementan senilai Rp10 miliar untuk petani di Madura.

Bantuan yang diberikan berupa benih komoditas pangan, hortikultura, dan perkebunan, ternak sapi, kambing, dan ayam, serta alat mesin pertanian. Amran mengatakan, Kementan akan mengupayakan agar bantuan untuk petani bisa tersalurkan secara cepat tanpa melalui jalur birokrasi yang panjang.

“Kalau hari ini butuh, harus segera dikirim. Ini kabinet kerja, bukan (kabinet) penebar janji. Aku tidak akan datang hari ini kalau bantuannya tidak siap,” ujar Amran.

Amran juga berjanji akan memfasilitasi pembangunan embung pertanian. Para bupati wilayah Madura menyampaikan dalam pertemuan tertutup dengan Mentan, kendala para petani di Madura selama ini yang terancam kekeringan lahan setiap masuk musim kemarau.

“Madura mataharinya bersinar, tapi musim kering tidak punya air. Ada potensi air dari hujan yang jatuh. Mimpi kami adalah air hujan yang jatuh jangan sampai terbuang sebelum dimanfaatkan untuk sektor pertanian kita,” papar Amran.

Amran meminta para petani untuk terus membangun kawasan Madura. Ia mengapresiasi Madura yang sudah menjadi penyangga pangan untuk provinsi Jawa Timur. Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk menjaga harga jual produk petani agar tidak anjlok saat panen.

“Presiden menyebutkan jangan sampai petani rugi. Harga tidak boleh anjlok. Untuk itu, Bulog harus hadir. Sebentar lagi panen padi, Bulog harus siap serap gabah,” ujarnya.

Anggota Komisi IV DPR Yus Sudarso yang turut hadir memberikan sambutan, mendukung upaya yang dilakukan Kementan. Yus menyebutkan salah satu cara agar petani Madura bisa melakukan ekspor pertanian adalah terjaminnya harga pasca panen. “Saat panen, harga di tingkat petani biasanya jatuh. Kami mengharapkan ada solusi untuk memajukan petani madura,” ungkap Yus.

Selain jaminan harga, Yus menyebutkan ada empat cara lainnya yang dibutuhkan agar hasil pertanian Madura bisa diekspor, yaitu pembangunan sarana perairan, mekanisasi pertanian, penggunaan bibit unggul, dan pendampingan. Yus mengapresiasi kinerja Amran yang bisa meningkatkan kinerja ekspor pertanian.

“Kinerja ekspor pertanian kita pada tahun 2018 meningkat 29,7 persen dibandingkan 2016, menjadi Rp 499 triliun. Ini capaian pertanian yang luar biasa,” tegas Yus.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *