Ke Pekalongan, Kebo Ijo Jadi Saksi Program Santripreneur

Kepala Departemen Proteksi Tanaman IPB Dr. Ir. Suryo Wiyono, M. Si memberikan konsultasi penanganan penyakit tanaman kepada petani di hadapan rombongan Bupati Pekalongan (villagerspost.com/lisa bela fitriani)

Pekalongan, Villagerspost.com – Selepas bertugas mendampingi petani dan memberikan konsultasi pertanian kepada para petani di Ponorogo, Kebo Ijo–sapaan akrab bagi mobil Klinik Tanaman milik Departemen Proteksi Tanaman IPB– kembali menyambangi kawasan pertanian di Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Kali ini Si Kebo Ijo hadir memenuhi undangan untuk menyaksikan acara launching program kerjasama Pemkab Pekalongan dan Institut Pertanian Bogor.

Dalam kunjungan pada Jumat (1/3) tersebut, Kebo Ijo menjadi saksi peluncuran program Stasiun Lapangan Agro Kreatif (SLAK), Program Santripreneur, dan program Sekolah Peternakan Rakyat (SPR). Lewat program SLAK, IPB mengirim dua orang akademisi sebagai pendampingan masyarakat khususnya di Desa Botosari, yang dijadikan lokasi desa percontohan untuk menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Pekalongan.

Sementara, program Santripreneur, adalah sebuah program yang sedang digagas IPB untuk membangun kewirausahaan di kota santri khususnya bidang pertanian. Program ini akan diisi oleh berbagai pelatihan dan pendampingan agar santri memiliki bekal berusaha dalam bidang pertanian, perikanan, dan juga peternakan. Kemudian, program SPR adalah sebuah program mengkonsolidasikan para peternak yang ada di tingkat kecamatan agar ekonomi dan kesejahteraan rakyat meningkat.

Rombongan Bupati Pekalongan melihat-lihat “jeroan” Si Kebo Ijo (villagerspost.com/lisa bela fitriani)

Tentu Si Kebo Ijo tak hanya hadir untuk menyaksikan acara tersebut saja. Dalam kesempatan itu, Kebo Ijo juga membuka gerai klinik tanaman, sejak pagi hari untuk melayani petani yang ingin berkonsultasi mengenai hama dan penyakit tanaman yang menyerang tanaman mereka. Gerai klinik tanaman dilengkapi dengan mikroskop sehingga diharapkan petani dapat melihat langsung penyebab penyakit pada tanamannya.

“IPB saat ini sedang mengembangkan apa yang disebut dengan pertanian 4.0 jadi jika petani mempunyai tanaman sakit dapat langsung dideteksi penyebab penyakit pada tanaman tersebut dan bagaimana solusi jangka pendek yang dilakukan hanya dengan menggunakan smartphone. Untuk saat ini komoditas sawit yang sudah bisa dideteksi dengan smartphone dan komoditas pertanian lainnnya menyusul,” kata Rektor IPB Prof. Dr. Arif Satria, M.Si, yang berkesempatan hadir dalam acara tersebut.

Gerai klinik tanaman sendiri kali ini digawangi oleh dua pakar proteksi tanaman yaitu, Dr. Ir. Suryo Wiyono yang merupakan Kepala Departemen Proteksi Tanaman IPB dan Dr. Ir. Widodo, M.Si selaku kepala laboratorium penyakit tanaman IPB. Dalam kesempatan kali ini, Tim Kebo Ijo memberikan konsultasi terkait penyakit pada tanaman cengkeh, durian, sengon dan tembakau.

Seperti diketahui, Kecamatan Paninggaran terkenal sebagai daerah penghasil buah-buahan, salah satunya durian. Tahun 2017 ketika panen raya, durian dipanen sebanyak 115 ribu kuintal. Selain buah durian, komoditas cengkeh juga masih menjadi unggulan masyarakat Paninggaran sampai tahun 2005.

Kepala laboratorium penyakit tanaman IPB Dr. Ir. Widodo, M.Si juga sibuk melayani petani yang berkonsultasi (villagerspost.com/lisa bela fitriani)

Akan tetapi, semenjak beberapa tahun terakhir tanaman cengkeh sudah tidak produktif lagi. Kecamatan Paninggaran pun terkenal dengan tanaman sengon, tembakau dan gula aren.

Para petani di Paninggaran banyak mengeluhkan berbagai organisme pengganggu tanaman pada komoditas tersebut. Pada durian misalnya, petani mengeluhkan serangan hama penggerek buah. Kemudian, pada tanaman sengon, terdapat penyakit puru batang. Selain berkonsultasi, para petani, bersama rombongan Bupati Pekalongan juga diberi kesempatan untuk melihat-lihat “jeroan” Si Kebo Ijo di akhir acara.

“Kegiatan ini akan dilakukan tidak hanya sekali tetapi berlanjut untuk masa yang akan datang. Sepenuh hati kami melayani setiap keluhan petani,” kata Suryo Wiyono menutup acara gerai klinik tanaman.

Laporan/Foto: Alicha Prima Nurlaili dan Lisa Bela Fitriani, Mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman IPB

Facebook Comments
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *