Kebijakan Impor Bawang Putih Disesalkan

Bawang putih impor menguasai pasar lokal (dok. pemerintah kota batu)

Jakarta, Villagerspost.com – Anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir menyayangkan kebijakan pemerintah yang kembali melakukan impor bawang putih. Dia mengatakan, impor bawang putih dalam jumlah besar tersebut telah mencederai kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional.

“Sama sekali tidak ada konsep ketahanan pangan,” ujar Hafisz, dalam siaran persnya, Minggu (16/5).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengatakan, impor patut disayangkan, karena dilakukan justru di tengah kemajuan teknologi dan tersedianya lahan yang sangat luas di Nusantara.

“Menjadi ironis, bangsa yang sudah bertahun-tahun merdeka malah tidak bisa menanam bawang putih untuk kebutuhan di dalam negeri,” tegasnya.

Hafisz menilai, skema impor hanya akan menambah beban keuangan negara dan beban penderitaan rakyat. “Apalagi, porsi utang akan semakin banyak untuk membiayai impor,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kemendag telah mengimpor 76.568 ton bawang putih. Impor bawang putih ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) agar Kemendag segera menerbitkan Surat Persetujuan Impor (SPI) bawang putih.

Hal itu diperuntukkan bagi sejumlah perusahaan yang telah mendapatkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), dari Kementerian Pertanian agar tidak terjadi kenaikan harga komoditas tersebut.

Deputi Bidang Kajian dan Advokasi KPPU Taufik Ariyanto mendorong Kementerian Perdagangan untuk mengkaji stok bawang putih saat ini yang mulai menipis stoknya.

Sebab, KPPU mencatat stok bawang putih pada awal 2021 mencapai antara 150 ribu ton hingga 178 ribu ton. Bila perhitungan konsumsi nasional per bulan sebesar 45 ribu ton, maka konsumsi untuk Januari-Maret 2021 mencapai 135 ribu ton.

Ia menjelaskan, pada awal April stok hanya berkisar sebanyak 15 ribu-43 ribu ton, atau lebih besar permintaan konsumsi dari pada stok yang ada. “Apabila tak berbenah dari sekarang maka akan terjadi kelangkaan bawang putih yang berakibat pada naiknya harga bawang di pasar,” kata Taufik

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *