Kejar Swasembada Daging, Pemerintah Prioritaskan Pembibitan Sapi

Peternakan sapi di Kalimantan Timur (dok. madina.go.id)
Peternakan sapi di Kalimantan Timur (dok. madina.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Pemerintah masih terus menyimpan asa untuk bisa mewujudkan swasembada daging sapi. Presiden Joko Widodo menegaskan, untuk mencapai itu, pemerintah akan memprioritaskan proses pembibitan sapi-sapi potong unggulan. Hal itu disampaikan Jokowi saat meninjau peternakan sapi milik PT Karya Anugerah Rumpin (KAR), yang berlokasi di Desa Cibodas, Kecamatan, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/6) siang.

Presiden melakukan kunjungan itu di sela-sela peninjauan pembangunan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Dalam kesempatan itu, Jokowi menjelaskan, peternakan merupakan proses hulu pembibitan sapi potong yang merupakan bagian dari program jangka panjang, yang diharapkan mampu betul-betul mewujudkan cita-cita swasembada daging sapi.

“Dari hitung-hitungan yang kita lakukan itu akan selesai 9-10 tahun. Karena kita harus menyeleksi untuk mendapatkan sapi-sapi yang mempunyai performa yang bisa dipakai untuk menghasilkan sperm yang ini bisa nantinya dibagi-bagikan, baik kepada industri maupun kepada petani,” terang Presiden Jokowi.

(Baca juga: Harga Daging Rp80 Ribu per Kilogram tak Rasional)

Jokowi memperkirakan, dalam satu tahun, dibutuhkan kurang lebih 2-3 juta sperma sapi beku yang harus terus menerus diproduksi untuk melakukan pembibitan. Jika angka itu bisa tercapai, maka dalam enam tahun ke depan, proses pembibitan sebagai proses hulu swasembada bisa berjalan.

Hal itu, kata Presiden, masih harus diikuti lagi dengan pembenahan di hilir. Pembenahan di hilir diperkirakan membutuhkan waktu antara 3-4 tahuu. Dengan hitungan itu, menurut Jokowi, swasembada daging akan tercipta dalam 10 tahun ke depan. “Dari semua potensi yang ada itu sangat memungkinkan kita bisa tetapi harus konsisten, dilakukan terus menerus, dan ya itu butuh waktu 9-10 tahun,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Presiden, Indonesia mempunyai tujuh lokasi pembibitan sapi unggul yang berkategori sangat baik, dimana ada keterlibatan swasta, peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Kemudian ada juga keterlibatan pemerintah seperti Kementerian Pertanian dalam mengelola peternakan sapi di Mangatas Sumatera Barat.

“Ada juga yang memulai dengan pola yang lain, BUMN, nanti Berdikari juga akan melakukan hal yang sama seperti ini tetapi akan dijoinkan dengan Spanyol atau Brasil,” ungkap Jokowi.

Meskipun ada pola-pola yang berbeda-beda, Jokowi menegaskan, semangatnya sama, yaitu mencapai swasembada daging dalam jangka waktu 9-10 tahun ke depan. Presiden menegaskan, saat ini semuanya sudah berada pada area yang benar. Dia hanya mengingatkan, bahwa hal ini harus dilakukan secara konsisten dan terus menerus, tanpa berhenti.

“Kita tidak mungkin lagi membagi-bagi sapi ke petani, tanpa sebuah persiapan manajemen pengawasan, manajemen pendampingan. Gagal kalau seperti itu diulang. Ini kita harus memakai pola seperti yang ada di sini. Jadi diberikan kepada petani tapi ada yang mendampingi. Yang paling penting di situ,” tuturnya.

Terkait impor daging sapi saat ini, menurut Jokowi, hal itu terpaksa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Ia mengingatkan, kalau pemerintah tidak impor, justru induk-induk sapi betina yang baik-baik, karena harga daging tinggi, akan disembelih. “Ini yang bahaya. Ini yang harus dihindari juga,” ujarnya.

Presiden tetap pada pendiriannya untuk mencapai harga daging di angka Rp80 ribu per kilogram. Dia menilai hal itu mungkin dilakukan karena di negara lain saat ini harga daging hanya sebesar Rp55 ribu-Rp60 ribu per kg.

“Ya mestinya kita di sini juga mengarahnya kesana, sehingga saya menyampaikan Rp80 ribu itu bukan tidak dikalkulasi. Dengan kalkulasi, itu pun juga masih ada posisi di tengah. Di negara yang lain harganya seperti itu,” tegasnya.

Soal target, Jokowi menegaskan, harga yang ditetapkan pemerintah itu akan segera bisa dicapai. Saat ini, lanjut Presiden, ada 10 BUMN disamping swasta yang sudah bergerak di pasar. “Saya kira nanti akan ketarik harganya, pelan-pelan akan ketarik turun. Nyatanya swasta sama BUMN menjual harga Rp70 ribu-Rp80 ribu, juga bisa kok,” pungkasnya. (*)

Ikuti infomasi terkait harga daging sapi >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *