Kelompok Swadaya Masyarakat Binaan TN Bunaken Terima Surat Pengakuan KLHK | Villagerspost.com

Kelompok Swadaya Masyarakat Binaan TN Bunaken Terima Surat Pengakuan KLHK

Penyeraahan SK Pengakuan Kemitraan Konservasi dari KLHK kepada 4 KSM binaan TN Bunaken (dok. tn bunaken)

Manado, Villagerspost.com – Sebanyak 4 orang perwakilan anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Cahaya Tatapaan, Desa Popareng, Kabupaten Minahasa Selatan menerima Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Konservasi. Penyerahan surat pengakuan tersebut dilakukan secara simbolik dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Utara, di kantor gubernur, Kamis (7/1).

Penyerahan surat pengakuan ini juga dilakukan secara virtual seluruh Indonesia bersama Presiden Joko Widodo. Surat Keputusan Menteri LHK tersebut dituangkan dalam Nomor : SK. 10839/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/12/2019 tanggal 31 Desember 2019. KSM Cahaya Tatapaan merupakan mitra Balai Taman Nasional Bunaken dalam kemitraan konservasi pada zona tradisional seluas 140,15 ha.

Kepala Balai TN Bunaken Genman S. Hasibuan menyatakan, pengakuan dan perlindungan kemitraan konservasi diberikan sebagai wujud dukungan pemerintah kepada masyarakat sekitar kawasan dalam rangka penguatan fungsi kawasan pelestarian alam sebagai sistem penyangga kehidupan. “Pencatatan hasil tangkapan dan membantu pengawasan sebagai komitmen dalam menjaga dan merawat alam,” kata Genman.

Pendampingan intensif dan peningkatan kapasitas dilakukan oleh penyuluh kehutanan BTN Bunaken bersama-sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara dan Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan serta Pemerintah Desa. “Ke depannya, dengan pengakuan dan perlindungan kemitraan konservasi berbagai program yang telah dilakukan akan dirasakan manfaatnya oleh kelompok masyarakat serta sehingga bisa direplikasi pada lokasi zona tradisional lainnya di Taman Nasional Bunaken,” tutur Genman.

Kelompok Cahaya Tatapaan sebagaimana dalam ruang lingkup kerja sama berupa hak akses pada zona tradisional dan membantu pengawasan dan perlindungan perairan. Sejak tahun 2014, Cahaya Tatapaan mendorong pengelolaan perikanan skala kecil dan tradisional dengan berupaya mencatatkan hasil tangkapan sebagai pemantauan sumber daya perikanan.

Dengan membantu pengawasan satwa prioritas perairan dilindungi seperti penyu dan duyung serta telah beberapa kali melepaskan satwa tersebut terperangkap dalam jaring, mendukung pelestarian satwa liar agar populasinya dan keberadaannya dalam ekosistem tetap stabil. Tahun 2018 melepaskan duyung yang terperangkap dalam jaring dan sebanyak 18 ekor penyu terperangkap jaring dilepaskan sejak tahun 2016.

Kelompok Cahaya Tatapaan juga mendorong pengembangan role model ekowisata bahari di zona tradisional bersama masyarakat dan telah dilaunching pada tahun 2018, adapun tahun 2019 bersama Balai Taman Nasional Bunaken mendapatkan pengahargaan sebagai Pamong Pariwisata dari Kementerian Pariwisata.

Momentum penyerahan SK Perhutanan Sosial dan TORA tidak hanya dilaksanakan di Istana Negara tetapi juga serentak di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan ini Gubernur Sulawesi Utara menyerahkan secara langsung kepada perwakilan kelompok yang hadir.

Di Sulawesi Utara sebanyak 15 SK Perhutanan Sosial dan 4 SK. TORA telah diserahkan oleh secara simbolik. Turut hadir dalam penyerahan SK tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat, Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi serta Kepala UPT Kementerian LHK Sulawesi Utara.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *