Kelompok Tani Maju Lampung Tengah, Bersatu Lawan Wereng Coklat | Villagerspost.com

Kelompok Tani Maju Lampung Tengah, Bersatu Lawan Wereng Coklat

Tanaman padi terserang hama wereng coklat (dok. pomosda.or.id)

Tanaman padi terserang hama wereng coklat (dok. pomosda.or.id)

Lampung Tengah, Villagerspost.com – Sabtu (13/8) malam menjadi waktu yang sangat genting bagi para petani di desa Pujo Asri, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah. Para petani yang tergabung dalam kelompok Tani Maju itu, berkumpul menggelar musyawarah antar pengurus dan anggota untuk membahas serangan hama wereng coklat (Nilaparvata lugens) yang mulai mengganas.

Ketua kelompok Tani Maju Basori yang bertindak selaku tuan rumah dalam pertemuan itu mengingatkan sekitar 90-an orang anggotanya yang hadir agar mulai mewaspadai serangan itu. “Wereng coklat sudah menyerang tanaman padi sawah di desa Pujo Asri Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah,” katanya kepada Villagerspost.com.

Basori mengimbau agar petani melakukan penyemprotan secara serentak, seperti halnya pada saat petani melakukan gropyokan (kegiatan gotong royong menghalau dan membasmi) pada hama tikus. “Dengan teori ini mudah-mudahan dapat menanggulangi serangan wereng coklat,”.

Para petani memang mesti mewaspadai serangan wereng coklat pada tahun ini. Pasalnya di seluruh Lampung Tengah, serangan tersebut sudah mencapai ratusan hektare, sehingga sawah petani terancam puso (gagal panen).

Musim tanam kemarin, petani di desa Pujo Asri, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, mengalami kerugian yang sangat besar akibat gagal panen yang disebabkan karena serangan wereng coklat. “Di musim tanam ini petani harus waspada jangan sampai serangan wereng coklat menjadi wabah yang menyerang tanaman padi sawah,” tegas Basori.

Wereng coklat memang merupakan salah satu hama padi yang paling berbahaya dan merugikan. Wereng menyerang dengan cara menghisap cairan tumbuhan dan sekaligus juga menyebarkan beberapa virus (terutama reovirus) yang menyebabkan penyakit tungro, yaitu penyakit yang disebabkan oleh Rice Tungro Bacilliform Virus (RTBV) dan Rice Tungro Spherical Virus (RTSV). Virus ini menyebabkan tanaman padi menjadi kerdil.

Dalam kesempatan itu para anggota juga membahas kesiapan kelompok dalam menghadapi masalah tersebut. Semuanya berharap agar mendapatkaan penjelasan mengenai ketersediaan pupuk dan penanggulangan penyakit pada tanaman padi sawah.

Pada pertemuan itu, turut hadir seorang sales obat pembasmi hama wereng coklat bernama Umar. Dia mengatakan, serangan hama wereng coklat jika sudah menyerang tanaman padi sulit untuk dibersihkan semua. “Yang mungkin bisa petani lakukan adalah dengan mengurangi risiko kerugian pada hasil panen nantinya,” katanya.

Dikatakan Umar, wereng coklat bisa bermigrasi sejauh 300 kilometer. Sepanjang wereng coklat melakukan migrasi, serangga tersebut juga melakukan proses pengembangbiakan. “Sehingga kalau di pagi hari petani menyemprot tanaman padi kemudian di sore harinya hama wereng coklat sudah pada mati. Kemudian di hari berikutnya taman padi masih terdapat wereng coklat yang jumlahnya hampir sama bahkan lebih banyak lagi,” katanya.

Usai pertemuan, banyak anggota kelompok tani yang memborong obat pembasmi wereng yang dibawa oleh Umar. Saat ditanya mengapa mereka tertarik menggunakan insektisida tersebut, para petani mengaku berharap bisa mengurangi risiko serangan wereng coklat. (*)

Laporan: Nanang Susanto, Anggota Gerakan Petani Nusantara, Lampung Tengah.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *