Kelurahan Mangunharjo Kembangkan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pelestarian Lingkungan | Villagerspost.com

Kelurahan Mangunharjo Kembangkan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pelestarian Lingkungan

Nelayan Mangunharjo di kawasan mangrove yang mereka tanam (dok. YKAN/Nugroho Arif Prabowo)

Semarang, Villagerspost.com – Kelurahan Mangunharjo mengembangkan ekonomi masyarakat berbasis pelestarian lingkungan. Lewat upaya ini, masyarakat nelayan di pesisir kota Semarang itu berhasil mengembalikan kawasan mangrove yang sebelumnya hancur akibat abrasi. Keberhasilan masyarakat Mangunharjo ini diungkap, dalam Lokakarya Evaluasi Pengembangan Ekonomi Masyarakat Berbasis Kelestarian Lingkungan Pesisir dan Laut di Kelurahan Mangunharjo.

Lokakarya tersebut digelar oleh Pemerintah Kelurahan Mangunharjo bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), didukung oleh PT Djarum pada Rabu (29/7). Lokakarya dilaksanakan di Balai Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Acara yang dilakukan dengan mengikuti protokol COVID-19 ini merupakan bagian dari tahapan program Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA). MERA merupakan platfom nasional multi pemangku kepentingan, yang digagas YKAN bersama para mitra, untuk mencapai tujuan menyeluruh selama 5 tahun dalam mengurangi kerentanan masyarakat pesisir, menjaga sumber daya dan aset alam, serta dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan berbasis kajian ilmiah.

Dalam lokakarya tersebut diungkapkan, sejak 1997 tingkat abrasi di wilayah Kelurahan Mangunharjo sangat tinggi. Kerusakan wilayah pesisir yang disebabkan oleh abrasi mencapai 150 hektare, bahkan merambah sepanjang 3,5 kilometer ke arah pemukiman warga. Tindakan mitigasi yang dilakukan oleh masyarakat setempat adalah dengan melakukan penanaman mangrove di sekitar bibir pantai.

Penanaman mangrove tersebut dapat mencegah abrasi karena mangrove memiliki akar yang efisien dalam melindungi tanah pesisir, sehingga dapat menjadi perlindungan pengikisan tanah akibat air. Kerja keras masyarakat Kelurahan Mangunharjo pun membuahkan hasil. Kawasan hutan mangrove di wilayah Kelurahan Mangunharjo kini menjadi paling luas serta paling bagus kondisinya, jika dibandingkan dengan kawasan hutan mangrove lainnya di Kota Semarang. Luasnya mencapai 62,83 hektare, sedangkan total luas mangrove di Kota Semarang adalah 268,76 hektare.

Penanaman mangrove menjadi upaya penting yang dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekologi hutan mangrove, tetapi bukanlah satu-satunya faktor. Dibutuhkan pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu yang memperhatikan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi untuk mengembalikan fungsi hutan mangrove secara alami, sekaligus meningkatkan penghidupan masyarakat setempat.

Restorasi kawasan mangrove di Kelurahan Mangunharjo ini menjadi salah satu fokus program MERA sejak September 2019. “Salah satu tujuan pengelolaan pesisir terpadu melalui program MERA di Kelurahan Mangunharjo adalah mendukung strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui kegiatan ekonomi berbasis konservasi,” jelas Direktur Program MERA Muhammad Imran Amin.

“Jika dikelola dengan cara efektif dan berkelanjutan, mangrove dapat memberikan sumber pendapatan, perlindungan, serta berkontribusi pada ketahanan pangan dan sosial. Ekosistem mangrove yang sehat mendukung produktivitas perikanan,” tambag Imran .

Upaya pelestarian ekosistem mangrove dan pengelolaan pesisir terpadu di Kelurahan Mangunharjo ini juga menjadi perhatian bagi PT Djarum yang tergabung dalam aliansi MERA. “Kami merasa terpanggil untuk mendukung pelestarian mangrove dan pengelolaan pesisir terpadu termasuk di Kelurahan Mangunharjo karena ini sebagai bentuk tanggung jawab kita terhadap lingkungan, bumi tempat kita hidup, serta tanggung jawab kepada generasi penerus kita,” kata Director of Strategy and Sustainable Development PT Djarum Jemmy Chayadi.

Pengembangan manfaat ekonomi Kelurahan Mangunharjo merupakan salah satu sentra perikanan di Kota Semarang. Hasil tambaknya berupa ikan bandeng, kakap, udang windu, udang vaname, udang alam (udang putih dan udang bintik), dan kepiting. Sebagian besar masyarakat Kelurahan Mangunharjo bermatapencaharian sebagai petani tambak dan nelayan.

Menyadari potensi di atas, YKAN bersama masyarakat Kelurahan Mangunharjo telah mengidentifikasi sektor ekonomi unggulan yang mendukung upaya pengelolaan sumber daya pesisir dan laut yang berkelanjutan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Dari hasil identifikasi yang menggunakan pendekatan partisipatif Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan (SIGAP), diketahui bahwa kerupuk udang, batik mangrove, dan budidaya tambak merupakan produk unggulan dan potensial bagi masyarakat Kelurahan Mangunharjo. Dalam mendukung keberlanjutan usaha ekonomi masyarakat tersebut, dibutuhkan adanya lembaga ekonomi berbentuk koperasi untuk peningkatan produk ekonomi unggulan masyarakat.

Untuk itu, Pemerintah Kelurahan Mangunharo didukung YKAN dan PT Djarum telah menginisiasi terbentuknya Koperasi Serbaguna Mandiri Raharja sejak awal tahun ini. “Dengan adanya Koperasi Serbaguna Mandiri Raharja, diharapkan produk-produk masyarakat dapat dipasarkan dengan baik, mutunya selalu terjaga, dan hasilnya dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat,” pungkas Lurah Mangunharjo Sugiarti.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *