Kembangkan Kampung Budidaya Patin Cisilad, KKP Dongkrak Ekonomi Pembudidaya

Produksi ikan patin nasional (dok. kementerian kelautan dan perikanan)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), mengembangkan kampung budidaya ikan patin Cisilad di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu mengatakan, pengembangan kampung budidaya ikan di Lebak ini, karena kabupaten tersebut memiliki potensi yang besar dalam bidang perikanan budidaya.

“Karena lahan luas dan sumber air melimpah, pasar lokal maupun internasional masih terbuka, transportasi jalan tol, pelabuhan dan bandar udara mudah diakses dan tenaga kerja pun tersedia,” kata Haeru, dalam siaran persnya, Senin (13/12).

“Kondisi geografis maupun alamnya sudah memadai, tinggal pengembangannya,” tambah Haeru.

Untuk mengembangkan itu, ujar dia, perlu melibatkan berbagai stakeholders serta bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga lainnya seperti Kemenkomarves, Kemenkop UKM, Kemenperin, dan Kemendag untuk mengawal program ini. Di samping itu, untuk dukungan permodalan kami seperti BLU LPMUKP, perbankan sangat diperlukan.

“Dan tidak lupa juga dukungan dari daerah yaitu Pemerintah Daerah baik dari Provinsi Banten dan Kabupaten Lebak juga menentukan suksesnya Kampung Perikanan Budidaya Ikan Patin Cisilad,” ujar Haeru.

Kampung Perikanan Budidaya Ikan Patin Cisilad diharapkan akan menjadi kontributor pada produksi ikan budidaya nasional, membawa dampak positif pada penyerapan tenaga kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama para pembudidaya. Sebelumnya, jumlah pembudidaya dan pekerja pada usaha budidaya patin ini sekitar 20 orang.

Nantinya akan meningkat menjadi sekitar 1.200 orang, antara lain terlibat pada produksi benih dan pakan, pembesaran, pabrik es dan cold storage/processing dan bidang manajemen serta pendamping. Dengan demikian, budidaya ikan patin di Kabupaten Lebak dapat menjadi sentra baru yang memberikan multiplier effect kepada berbagai pihak.

Haeru mengungkapkan, manfaat dari program ini sangat luar biasa. “Untuk itu saya meminta UPT dalam hal ini Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam yang memang terjun langsung dengan pembudidaya terus memberikan pendampingan agar program ini berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan, di samping mengembangkan patin varietas baru yakni Patin PUSTINA,” paparnya.

“Patin jenis ini mempunyai kelebihan bisa memangkas waktu pertumbuhan hingga dua kali lipat. Tidak hanya pertumbuhan cepat, Patin PUSTINA juga lebih kuat dibandingkan ikan patin umumnya,” tambah Haeru.

Sementara itu, Kepala BPBAT Sungai Gelam Boyun Handoyo menambahkan BPBAT Sungai Gelam telah menyediakan induk ikan patin PUSTINA sebanyak 515 ekor kepada Pokdakan Cilimus Sejahtera dengan harapan dapat mendukung target produksi 30 ton per hari. Target ini membutuhkan benih sebanyak 1,5 juta benih ukuran 3 inchi per bulan dengan pemeliharaan induk sesuai dalam hal pemenuhan nutrisi pakan dan lingkungan yang baik.

Selain itu, diperlukan kerja sama dan kekompakan stakholder dan masyarakat terkait. Juga perlu adanya segmentasi usaha mulai dari pembenihan, pendederan, pembesaran dan pasca panen yakni pengolahan dan pemasaran. Supaya perputaran ekonomi dan usaha berjalan dengan baik dan stabil.

“Untuk mengawal suksesnya program ini, BPBAT Sungai Gelam selain menyediakan induk ikan patin, juga hadir bersama Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi melakukan pendampingan teknis diantaranya teknologi pematangan gonad, pemilihan induk, penyuntikan dan penetasan sistem corong,” kata Boyun.

Selain itu, terkait pembesaran ikan patin PUSTINA, BPBAT Sungai Gelam juga telah memberikan beberapa rekomendasi khususnya terkait segmentasi usaha bekerja sama dengan berbagai pihak. Patin PUSTINA merupakan strain patin yang sudah dibuktikan melalui uji coba selama 3 generasi yang memiliki kelebihan terhadap pertumbuhan dan ketahanan terhadap penyakit dan lingkungan jika dibandingkan strain yang ada di masyarakat saat ini.

Dengan keunggulan tersebut tentu dapat meningkatkan produktivitas yang secara langsung berdampak kepada ekonomi pembudidaya ikan patin. “Adanya induk unggul dan penggunaan inovasi teknologi, tentunya kita semua berharap geliat usaha pembudidayaan ikan patin PUSTINA di Lebak bisa meningkat dengan signifikan tentunya dengan bantuan segenap stakeholder terkait,” harap Boyun.

Sedangkan H. Nuryadin dari Pokdakan Cilimus Sejahtera mengatakan, dengan adanya budidaya Ikan Patin Cisilad, diharapkan mampu memberikan peningkatan ekonomi kelompok Cilimus Sejahtera dan pembudidaya lain, serta dapat memajukan perikanan budidaya di Kabupaten Lebak. Dia dan kelompoknya menargetkan panen ikan patin 1 kg per ekor, target produksi 1 kolam menghasilkan sebanyak 6 ton.

“Padat tebar yang dilakukannya secara bertahap, konsep budidaya ikan patin bersegmentasi sehingga dalam 1 tahun bisa 3 kali siklus. Kami juga mampu menyediakan benih ikan patin untuk keperluan sendiri maupun masyarakat sekitar dalam rangka kemitraan,” ujarnya.

Sementara untuk pasar, sasarannya adalah pabrik pengolahan ikan patin di Karawang. Pokdakan Cilimus Sejahtera akan mendorong pembudidaya sekitar dengan bekerja sama dengan Dinas Perikanan untuk sosialisasi nilai ekonomis patin yang tinggi. Bermodal yaitu 12 ribu per ekor, harga jual Rp17-18 ribu per kg, diperoleh keuntungan Rp5 ribu/kg. Hasil panen sudah ada yang menampung, sehingga menjadi daya tarik bagi masyarakat.

“Budidaya patin ini peluang usaha yang sangat menjanjikan karena pasarnya yang jelas baik lokal maupun ekspor, sehingga mampu menambah nilai ekonomi bagi masyarakat Lebak,” ujar Nuryadin.

“Kami berharap agar pemerintah pusat maupun daerah dan BPBAT Sungai Gelam serta BBPBAT Sukabumi terus memberikan pendampingan agar budidaya kami makin meningkat,” tandasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *