Kembangkan Lahan Kering, Kementan Tanam Inpago 8 di Touna

Padi varietas Inpago8, padi untuk lahan kering yang dikembangkan Kementerian Pertanian (dok. kementerian pertanian)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Pertanian mengembangkan lahan kering di Kabupaten Tojo Una Una (Touna) Sulawesi Tengah dengan menanam padi varietas Inpago 8 yang terkenal tahan kekeringan. Tanam perdana padi gogo varietas Inpago 8 ini dilaksanakan pada Jumat (28/12). Penanaman padi di lahan kering ini sendiri merupakan bagian dari program Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai (Upsus Pajale), dengan melakukan percepatan realisasi Luas Tambah Tanam (LTT)

Di Sulteng, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Touna melaksanakan kegiatan ekstensifikasi tanaman pada pada lahan kering. “Sektor pertanian memberikan kontribusi yang tertinggi yaitu 33,98 persen dari pendapatan daerah. Dan diharapkan akan terus meningkat karena potensinya yang cukup besar,” ujar Bupati Touna Mohammad Lahay, dalam sambutannya.

Lahay menyampaikan, Kabupaten yang dipimpinnya sedang berupaya meningkatkan sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata sebagai penyokong sumber pendapatan utama. “Tahun 2018 ini dari lahan sawah existing 680 hektare, sudah ditingkatkan 221 persen menjadi 1.800 hektare. Sementara potensi lahan kering sekitar 38 ribu hektare masih belum digarap secara optimal,” papar Lahay.

Pengembangan padi gogo di lahan kering diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan menyumbang keberhasilan program pemerintah dalam rangka pencapaian swasembada beras di Touna. Selain melaksanakan tanam perdana padi gogo, Bupati juga menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat, combine harvester, dan alat tanam bantuan dari Menteri Pertanian kepada kelompok tani.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tojo Una Una Muhammad Nur Rahmat, mengatakan pihaknya telah melaksanakan perbanyakan benih padi gogo varietas Inpago 8 sebanyak 2 ton. Diharapkan benih yang disediakan dapat mencapai jumlah 228 ton. Sementara kebutuhan benih untuk Kabupaten Touna adalah 112 ton, sehingga surplus benih padi gogo.

“Ke depan target kami selain sebagai sentra benih padi ladang, Kabupaten Touna juga dapat menutupi defisit beras 13 ribu ton atau menghemat 133 milyar rupiah,” kata Rahmat. Kebutuhan beras Kabupaten Tojo Una Una sebesar 20 ribu ton, sedangkan produksi saat ini hanya 7 ribu ton.

Varietas padi ladang Inpago mulai dikembangkan di Kabupaten Tojo Una Una pada tahun 2018. Benih Inpago 8 yang berasal dari BB Padi telah diperbanyak oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tojo Una Una dengan melibatkan Balai Benih setempat atas inisiasi Penanggungjawab Provinsi Sulteng Upsus Pajale, Prof. Dedi Nursyamsi dan BPTP Sulteng.

Inpago Varietas Inpago 8 merupakan salah satu varietas inbrida yang dikhususkan untuk lahan kering dan memiliki potensi yang cukup tinggi di atas 6 ton per hektare. Varietas padi gogo Inpago 8 merupakan salah satu varietas padi gogo unggulan dari Badan Litbang Pertanian yang telah dikembangkan Kementan di beberapa Provinsi.

Potensi yang dimiliki varietas Inpago sangat menjanjikan, karena varietas padi gogo lainnya hanya memiliki produktivitas rata-rata di bawah 6-7 ton per hektare. Selesai melaksanakan tanam perdana, Mohammad Lahay berkesempatan meresmikan Kantor BPP Kecamatan Ampana Kota dalam rangka mengoptimalkan dan meningkatkan kinerja para penyuluh lapang di Kabupaten Touna.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *