Kembangkan Pertanian Modern, Arifin Panigoro Undang Jokowi Saksikan Panen | Villagerspost.com

Kembangkan Pertanian Modern, Arifin Panigoro Undang Jokowi Saksikan Panen

Salah satu model irigasi sederhana yang dibangun Kementerian PU (pustakka.pu.go.id)

Salah satu model irigasi sederhana yang dibangun Kementerian PU (pustakka.pu.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Pengusaha minyak yang juga pimpinan Medco Group, Arifin Panigoro, menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4) pagi. Namun, pertemuan itu bukan untuk membahas masalah minyak, tetapi masalah pertanian.

Menurut Arifin, Presiden Jokowi memberikan respons positif terhadap mekanisasi pertanian dengan sistem sawah modern. Bahkan rencananya pada kunjungan ke Papua berikutnya awal Mei nanti, Presiden juga akan meninjau lokasi yang menjadi percobaan pengembangan sawah modern di Papua Selatan.

“Saya sudah laporkan semua ke Presiden, saya juga akan mengundang untuk panen di sana,” ujar Arifin Panigoro seperti dikutip setkab.go.id.

Dalam rangka meningkatkan produktivitas beras, Arifin Panigoro mengatakan, dia telah merintis pengembangan sawah modern di Merauke, Papua Selatan. “Sawah modern ini konsepnya mekanis semua. 5.000 hektare cuma dikelola oleh 100 orang, jadi satu orang dapat 50 hektare. Alat-alatnya dari mulai menanam sampai panen sama seperti di Amerika Serikat,” ujarnya.

Menurut Arifin, waktu yang diperlukan untuk panen sekitar 100 hari, tetapi tidak bisa dalam setahun melulu ditanami padi. “Harus diselingi, misalnya dengan kedelai. Di Vietnam dan Thailand sendiri sudah menerapkan sistem sawah modern,” ujar Arifin.

Di Indonesia, menurut dia, bisa diterapkan juga sistem ini asal lahannya datar dan luas. Ssistem ini menurut dia, tidak bisa diterapkan di sistem terasering.

“Ini baru percobaan, nanti yang dipanen sekitar 300 ha, tapi hasilnya bagus sekali. Kemarin yang sistem manual hasilnya 6,9 ton gabah kering per hektare, kalau yang full mekanik, mereka optimistis 8 ton gabah kering per hektare,” kata Arifin.

Minggu lalu, ujar Arifin, sudah dilakukan panen dan rencananya akan dilakukan pengecekan kualitasnya. “Kalau ini sukses dan skalanya bisa jutaan hektar, akan membantu mencukupi kebutuhan beras di Pulau Jawa,” jelas Arifin.(*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *