Kemendag Gandeng Kampus Dorong Pelaku UMKM Pertanian Pasarkan Produk Lewat E-Commerce

Hasil pertanian desa. Pemerintah gandeng facebook pasarkan potensi desa (dok. caturharjo-bantul.desa.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Perdagangan mengajak perguruan tinggi untuk mendorong para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor pertanian untuk mengekspor hasil produknya lewat e-commerce. Dalam rangka itu, Kemendag bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Sumatra Utara (USU) menggelar lokakarya bertajuk “Pengembangan Ekspor Produk Pertanian Melalui E-commerce”, Kamis (4/10) di Medan, Sumatera Utara.

“Kerja sama ini digelar mengingat besarnya potensi penggunaan internet di kalangan mahasiswa atau dikenal sebagai kalangan millenial,” kata Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Marolop Nainggolan saat membuka kegiatan.

Lokakarya dihadiri para peserta yang terdiri dari pelaku usaha kecil dan menengah sektor pertanian berorientasi ekspor, serta staf pengajar dan mahasiswa. “Melalui kegiatan ini, diharapkan akan terjadi interaksi yang positif dan berkelanjutan dalam pengembangan usaha pertanian menggunakan teknologi informasi untuk tujuan ekspor, mengingat besarnya potensi inovasi pengembangan bisnis baru yang dapat dilakukan oleh kaum muda,” imbuh Marolop.

Pemasaran melalui e-commerce menunjukkan tren pertumbuhan positif. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet dunia, termasuk di Indonesia. Menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI) yang dilakukan tahun 2017, penetrasi pengguna internet Indonesia mencapai 143,26 juta jiwa atau sebesar 54,68 persen dari populasi Indonesia yang mencapai 262 juta jiwa.

Sedangkan penetrasi pengguna internet pada rentang usia antara 19-34 tahun sebesar 74,23 persen. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa merupakan profesi yang paling banyak menggunakan internet untuk mengakses berbagai informasi.

Sementara itu, perkembangan e-commerce juga memperlihatkan tren pertumbuhan yang positif. Hal ini mendorong munculnya usaha rintisan e-commerce di berbagai belahan dunia, seperti Jumia di Afrika, Namshi di Timur Tengah, Jabong di India, Lazada dan Zalora di Asia Tenggara. Ada pula Kaymu yang beroperasi melintasi Afrika, Asia, Eropa, serta Timur Tengah. Di Indonesia sendiri terdapat berbagai jenis usaha rintisan niaga-el yang besar yaitu TokoPedia, Bukalapak, Blibli, Alfacart, GoJek, MatahariMall, Blanja, dan Bhineka.

Hal ini sejalan dengan besarnya penggunaan internet dan media sosial. Berdasarkan data dari Forbes Media, lebih dari 62 persen kaum muda mempertimbangkan untuk memulai bisnis. Dari jumlah tersebut, 72 persen di antaranya berpandangan bahwa usaha rintisan dan kewirausahaan merupakan pendorong ekonomi yang diperlukan untuk penciptaan tenaga kerja dan inovasi.

Hadir sebagai narasumber dalam lokakarya tersebut, yaitu perwakilan dari laman pemasaran (marketplace) nasional ralali.com. Dalam lokakarya ini, ralali.com memaparkan pemanfaatan e-commerce untuk meningkatkan pemasaran produk pertanian Sumatra Utara. Selain itu, ralali.com juga membagikan pengalamannya secara langsung mengenai penggunaan situs untuk perdagangan

Narasumber lainnya yaitu Leo Purba dari CV. Simalungun Specialty Coffee yang merupakan salah satu eksportir kopi Sumatra Utara. Leo menginspirasi peserta dalam membangun dan mengembangkan potensi produk pertanian Sumatera Utara, khususnya kopi.

“Sumatera Utara merupakan salah satu kawasan dengan potensi pengembangan produk pertanian yang sangat baik, terutama untuk kopi. Selain kopi gunung lintong dan sidikalang, Sumatera Utara juga memiliki kopi yang berasal dari Simalungun yang telah berhasil mengalahkan kopi-kopi terkenal lainnya dari seluruh dunia pada Indonesia Barista Championship,” ujar Marolop.

Tidak ketinggalan, perwakilan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) turut menjadi narasumber pada lokakarya tersebut. idEA memperkenalkan perkembangan e-commerce di Indonesia. “Kehadiran perwakilan idEA memperlihatkan dukungan seluruh pihak, termasuk dari kalangan swasta dan asosiasi mengenai keseriusan Indonesia dalam mengoptimalkan pemanfaatan e-commerce bagi peningkatan bisnis dan ekspor nasional,” pungkas Marolop.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *