Kemendag Lepas Ekspor Keramba Jaring Apung ke Maladewa | Villagerspost.com

Kemendag Lepas Ekspor Keramba Jaring Apung ke Maladewa

Keramba Jaring Apung tengah laut di Pangandaran (dok. kkp)

Jakarta, Villagerspost.com – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan melepas ekspor produk keramba jaring apung produksi PT Gani Arta Dwitunggal ke Maladewa, Kamis (10/9), di Bandung Barat, Jawa Barat. Sebanyak tujuh kontainer senilai US$327 ribu atau Rp4,8 miliar produk keramba jaring apung dengan merek Aquatec siap bersaing di pasar internasional.

Keramba jaring apung tersebut merupakan inovasi PT Gani Arta Dwitunggal yang menggunakan bahan Prime Grade High Density Polyethylene (HDPE) sehingga ramah lingkungan dan memiliki kekuatan tarik (tensile strength), kelenturan, ketahanan yang lebih kuat dari plastik daur ulang, serta berdaya tahan lebih lama.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyambut gembira pelepasan ekspor produk keramba jaring apung ke Maladewa. “Ini menunjukkan pandemi Covid-19 tidak menyurutkan langkah pelaku usaha untuk terus meningkatkan ekspor di pasar global. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi momentum dalam meningkatkan ekspor nonmigas di pasar global. Kegiatan ini selaras dengan gerakan nasional ‘Bangga Buatan Indonesia’ yang mendorong penggunaan produk lokal, sehingga dapat menjadi tuan rumah di negera sendiri dan mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Agus Suparmanto.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kasan juga mengapresiasi konsistensi dan strategi PT Gani Arta Dwitunggal dalam memproduksi sarana budidaya perikanan nasional dan global melalui pengembangan inovasi produk keramba jaring apung HDPE. “Meskipun ekspor produk Indonesia banyak menghadapi tantangan dan dampak tekanan pandemi, namun kita harus terus melakukan berbagai upaya dan terobosan inovasi untuk tetap bisa bertahan dan mendapatkan peluang,” jelas Kasan.

Kasan menjelaskan, di masa pandemi Covid-19, salah satu sumber gizi yang dapat meningkatkan imunitas tubuh adalah dengan mengonsumsi produk yang sehat seperti ikan. Ikan kaya akan vitamin A, B kompleks, C, D, E, mineral seperti selenium, zat besi, dan kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi. Karena itu, permintaan produk perikanan sebagai sumber protein hewani terus meningkat di pasar global.

Saat ini diperkirakan setengah dari produksi perikanan dunia berasal dari perikanan tangkap (wild catch fisheries). Namun, perikanan tangkap mengalami perlambatan pertumbuhan produksi karena jumlah hasil tangkapan yang hampir mencapai kapasitas maksimal akibat penangkapan ikan berlebihan dan maraknya aktivitas penangkapan ilegal (illegal,unreported, unregulated fishing/IUUF).

“Untuk itu, upaya pengelolaan perikanan diarahkan pada perikanan tangkap yang memerangi IUUF dan perikanan yang berkesinambungan, baik budidaya perikanan di darat, air payau, maupun laut lepas,” terang kasan.

Kasan menyampaikan, Indonesia memiliki potensi dalam meningkatkan ekspor sarana dan prasarana untuk produk perikanan guna mengoptimalkan potensi budidaya perikanan laut. Dalam mendukung sarana dan prasarana tersebut, keramba jaring apung modern produksi PT Gani Arta Dwitunggal menjadi contoh pengembangan inovasi teknologi kelautan dan perikanan modern.

“Diharapkan pengembangan inovasi ini mampu membangun industri budidaya perikanan laut lepas di dalam negeri, tidak hanya secara global,” tandas Kasan.

Sebelumnya, Kemendag telah melakukan beberapa pelepasan ekspor selama masa pandemi. Kegiatan tersebut di antaranya adalah pelepasan ekspor perdana produk jamu Sido Muncul ke Arab Saudi, pelepasan kontainer ekspor ke-4.000 Mayora Group, pelepasan kontainer ekspor produk tekstil ke-11 juta meter PT Ateja Tritunggal ke-84 negara, pelepasan ekspor perdana produk kopi olahan PT UCC Victor Oro Prima ke China, serta pelepasan ekspor perdana 20 ton bawang merah goreng PT Inti Sumber Citra Rasa ke Malaysia.

Kinerja perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$8,75 miliar pada periode Januari-Juli 2020. Pada periode tersebut, nilai ekspor produk struktur terapung (HS Code 89079090) termasuk produk keramba jaring apung, rakit, pelampung suar, landasan apung, tercatat sebesar US$1,62 juta. Nilai ini naik 297,70 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$407,87 ribu.

“Kementerian Perdagangan akan terus mendukung pelaku usaha untuk meningkatkan ekspornya. Diharapkan sinergi yang baik akan terus terjalin untuk melewati masa sulit pandemi ini dan meningkatkan ekspor guna menggerakkan roda perekonomian dan perdagangan Indonesia,” pungkas Olvy.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *