Kemendag Optimalisasi Sistem Resi Gudang Dukung Daerah Penghasil Ikan

Para pekerja menyortir ikan pada sebuah industri perikanan (dok. kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menilai, optimalisasi sistem resi gudang (SRG) bagi komoditas perikanan akan bermanfaat mendukung kontribusi sektor kelautan dan perikanan bagi perekonomian nasional, termasuk bagi kinerja ekspor komoditas perikanan.

“Karenanya, Kementerian Perdagangan terus mengoptimalisasi sistem resi gudang perikanan untuk meningkatkan dukungan bagi daerah-daerah yang menghasilkan ikan sebagai komoditas unggulan,” tegas Jerry, dalam ‘Rapat Koordinasi Pengembangan SRG di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utaraā€¯ di Manado, Sulawesi Utara’, Kamis (15/4).

Pada rapat koordinasi tersebut hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara, Edwin Kindangen mewakili Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Olly Dondokambey, dan delapan Kepala Daerah Tingkat II yang telah memiliki Gudang SRG beserta sarananya. Hadir pula Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta Paulus Lumintan serta Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey.

“Skema SRG diharapkan membantu nelayan dan pembudidaya mendapat harga tawar yang lebih baik dan jaminan penyerapan pasar. Diharapkan harga komoditas kelautan dan perikanan seperti ikan dan rumput laut yang fluktuatif bisa dicegah,” papar Jerry.

Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara adalah penghasil ikan yang dapat diresigudangkan, sehingga menjadi daerah yang potensial untuk implementasi SRG perikanan. SRG perikanan akan memberikan alternatif solusi bagi para nelayan dan pembudidaya dalam menghadapi fluktuasi harga ikan.

Selain itu, SRG juga merupakan langkah percepatan penyerapan produksi nelayan dan pembudidaya ikan yang belum terserap pasar dengan harga wajar. “Maka dengan skema SRG diharapkan nelayan dan pembudidaya bisa terjaga kesejahteraannya,” kata Jerry.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, volume perikanan tangkap di keempat provinsi tersebut tahun 2020 mencapai 1,4 juta ton atau 21 persen dari volume nasional. Sedangkan rumput laut mencapai 1,26 juta ton atau 12 persen dari volume nasional.

Jerry optimistis pelaksanaan SRG perikanan dapat menjadi strategi ampuh menyederhanakan mata rantai perdagangan. Para pelaku usaha perdagangan yaitu eksportir, pengusaha ritel, atau pedagang besar lainnya dapat secara langsung membeli barang ke nelayan.

Sehingga, nelayan pun diuntungkan dengan perolehan harga jual yang lebih kompetitif. “SRG juga berpotensi menjadi instrumen pengendalian harga dan pendukung peningkatan ekspor produk komoditas lokal Indonesia ke pasar global,” ungkap Jerry.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *