Kemendag Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok

Pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional DKI Jakarta (dok. pemprov dki jakarta)
Pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional DKI Jakarta (dok. pemprov dki jakarta)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan, pihaknya akan terus memantau dan memastikan harga dan ketersediaan pangan tetap stabil menjelang pergantian tahun. Untuk itu, kata Enggar, dia telah menugaskan para Pejabat Eselon I dan Eselon II Kemendag untuk turun langsung ke beberapa daerah memantau perkembangan harga, kondisi distribusi, dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok.

Enggar mengatakan, dia juga akan turun langsung memastikan harga kebutuhan pokok stabil. “Hasil pantauan menunjukkan perkembangan harga barang kebutuhan pokok menjelang Tahun Baru di daerah umumnya relatif stabil. Ketersediaan pasokan di distributor cukup dan aman serta kondisi distribusi di pelabuhan berjalan lancar,” tegas Mendag Enggar di Jakarta, hari ini, Jumat (30/12).

Dari pemantauan tersebut, tampak harga beras, gula, dan daging sapi stabil, bahkan cenderung turun. Sementara harga beberapa produk hortikultura seperti cabai merah keriting, cabai merah besar, dan bawang merah mulai bergerak turun. Komoditas lain yang secara intensif dipantau Kemendag adalah daging ayam dan minyak goreng.

Pemantauan dilakukan di sejumlah pasar yang menjadi sentral perdagangan barang kebutuhan pokok seperti di Pasar Bulu, Johar, Peterongan, Gayamsari, Karangayu (Semarang), Pasar Keputran Utara, Tambak Rejo, Wonokromo, Pucang Anom, Genteng (Surabaya), Pasar Rau dan Lama (Serang,Banten), dan  Pasar Badung, Kreneng, Nyanggelan (Denpasar). Kemudian Pasar Raya dan Lubuk Buaya (Padang, Sumatera Barat).

Selain kota besar, pemantauan juga dilakukan di beberapa kabupaten/kota yaitu Surakarta (Pasar Gede), Tegal (Pasar Langon), Cilacap (Pasar Gede), Banyumas (Pasar Wage), dan Banyuwangi (Pasar Blambangan). Kemudian di Kediri (Pasar Setono Bebek), Malang (Pasar Besar), Probolinggo (Pasar Baru), Madiun (Pasar Besar dan Pasar Kojo) dan Jember (Pasar Tanjung). Pemantauan juga dilakukan di Sumenep (Pasar Anom Baru), Tangerang (Pasar Anyar), Cilegon (Pasar Baru), dan Singaraja (Pasar Anyar).

Pemantauan dilakukan langsung oleh jajaran Eselon I dan II Kementerian Perdagangan untuk memverifikasi data harga yang selama ini di input oleh kontributor di lapangan. Dalam pemantauan itu pula, para direktur jenderal dan direktur berdialog dengan pedagang dan pelaku usaha di sejumlah pasar di Indonesia.

Dari pemantauan tersebut diketahui, harga beras terpantau stabil di kisaran Rp9.125-10.500/kg, mendekati harga normal Rp9.500/kg. Harga beras di Semarang misalnya, berada di kisaran Rp9.520/kg. Sementara di Surabaya Rp9.500/kg, Serang Rp10.000/kg, Denpasar Rp10.000/kg, dan Padang Rp10.000/kg.

Pantauan di kabupaten/kota lain juga menunjukkan perkembangan yang sama, seperti di Jawa Tengah (Surakarta, Tegal, Cilacap, Banyumas) antara Rp8.500-10.000/kg, Jawa Timur (Banyuwangi, Kediri, Malang, Probolinggo, Madiun, Jember, Sumenep) antara Rp8.700-10.000/kg. Kemudian di Banten (Tangerang, Cilegon) antara Rp10.000-10.500/kg, dan Bali (Singaraja) Rp10.500/kg.

Harga gula pasir di pasar pantauan sudah mulai turun dari kisaran Rp14.000-15.000/kg mendekati harga normal di kisaran Rp13.000/kg. Seperti di Surabaya Rp13.000/kg, Semarang Rp.13.300/kg, Serang Rp13.500/kg, Denpasar 13.300/kg, dan Padang Rp13.750/kg.

Pantauan di kabupaten/kota lain juga menunjukkan perkembangan yang sama, seperti di Jawa Tengah (Surakarta, Tegal, Cilacap, Banyumas) Rp12.500-13.500/kg dan Jawa Timur (Banyuwangi, Kediri, Malang, Probolinggo, Madiun, Jember, Sumenep) Rp12.000-13.000/kg.

Harga daging sapi relatif stabil di kisaran Rp115.000/kg, bahkan di beberapa daerah harganya sudah di bawah Rp100.000/kg, mendekati harga normal Rp95.000/kg. Harga daging sapi di Denpasar Rp88.340/kg, Semarang Rp98.000/kg, Surabaya Rp108.540/kg, dan Serang Rp110.000/kg. Pantauan di kab/kota lain juga menunjukkan perkembangan yang sama, seperti di Bali (Singaraja) Rp85.000/kg, dan Jawa Timur (Kediri) Rp98.000/kg.

Harga cabai merah keriting dan cabai merah besar berangsur turun dari bulan lalu Rp48.000-50.900/kg, menjadi Rp37.000-40.000/kg, bahkan di beberapa daerah ada yang mulai mendekati harga normal Rp28.500/kg. Harga cabe merah  keriting di Denpasar Rp28.340/kg, Semarang Rp36.400/kg, Padang Rp37.000/kg, dan Surabaya Rp42.600/kg.

Pantauan di kabupaten/kota lain juga menunjukkan perkembangan yang sama, seperti di Bali (Singaraja) Rp.25.000/kg, Jawa Timur (Madiun, Kediri) antara Rp25.000-26.000/kg, dan Banten (Tangerang, Cilegon) Rp36.000/kg. Sementara  itu, harga cabai merah besar di Surabaya Rp36.000/kg dan Semarang Rp37.600/kg.

Pantauan di kabupaten/kota lain juga menunjukkan perkembangan yang sama, seperti di Jawa Tengah (Surakarta, Tegal, dan Cilacap) antara Rp25.000-30.000/kg, Jawa Timur (Banyuwangi, Kediri, Probolinggo, Madiun, Jember, Sumenep) antara Rp20.000-36.000/kg, dan Banten (Cilegon, Tangerang) antara Rp30.000-40.000/kg.

Harga bawang merah juga mulai turun dari bulan lalu Rp42.100/kg menjadi Rp37.350/kg. Harga bawang merah di Padang Rp21.000/kg, Semarang Rp28.800/kg, Serang Rp30.000/kg, Surabaya Rp34.000/kg, dan Denpasar Rp38.000/kg.

Pantauan di kabupaten/kota lain juga menunjukkan perkembangan yang sama, seperti di Jawa Tengah (Surakarta, Tegal, Cilacap, Banyumas) antara Rp26.000-35.000/kg, Jawa Timur (Banyuwangi, Kediri, Malang, Probolinggo, Jember, Sumenep) antara Rp30.000-35.000/kg, Banten (Cilegon) Rp30.000/kg, dan Bali (Singaraja) Rp34.000/kg.

Komoditas yang harganya naik cukup tinggi adalah cabai rawit merah akibat kurangnya pasokan ke pasar. Kondisi berbeda terjadi Sulawesi Utara karena faktor cuaca tidak terlalu mempengaruhi produktivitas komoditas pedas ini. Harga cabai rawit merah naik dari bulan lalu Rp44.500/kg menjadi Rp60.000-Rp80.000/kg, seperti di Surabaya Rp59.200, Semarang Rp62.000/kg, dan Serang Rp65.500/kg.

Pantauan di kabupaten/kota lain juga menunjukkan perkembangan yang sama, seperti di Jawa Tengah (Surakarta,  Tegal, Cilacap, Banyumas) Rp70.000-80.000/kg, Jawa Timur (Banyuwangi, Kediri, Probolinggo, Madiun, Jember, Sumenep) Rp65.000-78.000/kg, Bali (Singaraja) Rp.70.000/kg, dan Banten (Tangerang, Cilegon) Rp80.000-84.000/kg.

Terkait masalah harga ini, Enggar berkomitmen, Kemendag akan menjaga komoditas yang harganya turun agar harganya tidak semakin rendah dan mencari titik keseimbangan antara harga di tingkat produsen/petani dan harga jualnya di tingkat konsumen. “Begitupun dengan komoditas yang mengalami kenaikan harga, Kemendag akan terus menjaga kestabilan harga barang kebutuhan pokok baik di tingkat produsen maupun konsumen. Saat ini fluktuasi harga masih dalam batas jangkauan yang normal,” tegasnya.

Terkait distribusi barang, Enggar menerangkan, distribusi barang kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan terigu ke wilayah Indonesia Timur seperti Ambon, Manado, Kupang, Jayapura, dan Manokwari akan terus dipasok dari Surabaya dan Makassar. Sementara cabai, bawang, dan sayuran dipasok  dari Manado, Surabaya, dan Pulau Seram.

Dalam kesempatan pemantauan di tingkat distributor, Kemendag telah meminta para distributor untuk tetap menyediakan barang kebutuhan pokok sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Para distributor juga diperingatkan agar tidak melakukan penimbunan dan menaikkan harga secara berlebihan sehingga dapat memberatkan masyarakat.

Pesan yang sama disampai kan Mendag Enggar ketika memimpin pertemuan dengan sejumlah asosiasi pelaku usaha. “Secara umum, kondisi distribusi pasokan barang kebutuhan pokok tersebut berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan. Ditambah  dengan adanya program tol laut membuat distribusi pasokan barang kebutuhan pokok menjadi lebih lancar,” pungkas Enggar. (*)

Ikuti informasi terkait harga kebutuhan pokok >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *