Kemendesa: 40 Persen Dana Desa Tahap 3 Boleh Untuk Penanganan Pascabencana | Villagerspost.com

Kemendesa: 40 Persen Dana Desa Tahap 3 Boleh Untuk Penanganan Pascabencana

Pelatihan kader desa tangguh bencana (dok. kabupaten tanah bumbu)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan 40 persen dari dana desa tahap ke-3 sebesar Rp240 juta-Rp300 juta bisa dialokasikan untuk penanganan pascabencana. Dana tersebut digunakan untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana seperti yang terjadi di Palu, Donggala, dan kawasan terdampak bencana lainnya.

“Tiap desa tahun ini rata-rata dapat dana desa Rp800 juta. Sudah disalurkan dua tahap (tahap I sebesar 20%, tahap II sebesar 40%), jadi tinggal sisa 40% terakhir di tahap III ini, kira-kira Rp240-Rp300 jutaan sisanya. Itu saya minta dialokasikan untuk penanganan pascabencana,” ujar Eko, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Sabtu (6/10).

Sebelumnya, Menteri Eko bertolak ke Kota Palu, Sulawesi Tengah untuk memimpin langsung persiapan posko Korban Gempa dan Tsunami di Balai Transmigrasi Kota Palu, Senin lalu (1/10). Dirinya meyakini, posko yang didirikan oleh Kemendes PDTT tersebut dapat menampung hingga 2.000 pengungsi.

Pendirian posko di Balai Transmigrasi Kota Palu tersebut merupakan inisiatif pendamping desa dan pegawai Kemendes PDTT. Sejumlah perusahaan turut membantu posko tersebut, diantaranya dengan membuat dapur umum, posko kesehatan, dan logistik. Posko tersebut terus beraktivitas secara bertahap dan akan berhenti sampai masa tanggap darurat selesai.

Eko menambahkan, ke depan akan diadakan sosialisasi di daerah-daerah bencana untuk segera melakukan musyawarah desa. Hal tersebut ditujukan sehingga sisa dana desa yang ada bisa diubah peruntukannya untuk pembangunan pascabencana.

“Jadi kita sudah mengirim tim untuk sosialisasi agar mereka mengadakan musyawarah desa (musdes) supaya mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes)-nya. Harapannya, sisa dana desa bisa dipakai untuk pembangunan pascabencana,” terang Eko.

Sebelumnya, Eko menambahkan, hal serupa juga sudah dilakukan di daerah bencana lainnya seperti di Merapi, Lombok, dan Bali. “Sekarang kita melakukan sosialisasi di Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Saat ini, lanjutnya, pemerintah masih berkonsentrasi pada kondisi tanggap darurat. Upaya yang terus dilakukan yakni menolong para korban yang selamat dan mengelola korban yang tidak selamat dengan dimakamkan dan sebagainya. Tahapan-tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi akan dilakukan kemudian.

“Setelah itu ada tahap berikutnya. Pemerintah sudah ada data spasial ruangnya, nanti ada tata ruang, daerah-daerah rawan bencana tidak akan dijadikan areal penduduk lagi dan akan dipindahkan ke daerah yang tidak rawan bencana,” papar Eko.

“Dana desa bisa digunakan untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut, misalnya dengan pembangunan infrastruktur jalan dan sebagainya,” sambungnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *