Kementan Diminta Perhatikan Infrastruktur Pertanian | Villagerspost.com

Kementan Diminta Perhatikan Infrastruktur Pertanian

Salah satu model irigasi sederhana yang dibangun Kementerian PU (pustakka.pu.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Pertanian diminta DPR untuk memperhatikan infrastruktur pertanian untuk menyejahterakan petani, dan meningkatkan hasil pertanian. “Ke depan perlu adanya penataan infrastruktur pertanian garam petani ada penghasilan lebih maka infrastrukturnya juga harus bagus. Apalagi banyak terjadi bencana banjir,” kata anggota Komisi IV DPR Fadholi, di sela-sela Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (17/6).

Politisi Partai NasDem ini menyayangkan, alokasi pagu indikatif Kementerian Pertanian yang berada di angka Rp20,53 triliun. Jumlah ini lebih kecil daripada anggaran pupuk bersubsidi yang dialokasikan pemerintah. “Jumlah itu tidak akan mampu memperbaiki seluruh jaringan irigasi pertanian yang terdampak pasca bencana banjir. Belum lagi kekeringan lahan yang kerap melanda beberapa daerah,” paparnya.

Fadholi memberikan argumen mengapa Kementan harus menyiapkan infrastruktur pertanian. “Petani, meski iuran, dengan penghasilan kecil tidak mampu membuat saluran irigasi tetapi kalau mereka kekurangan pupuk, mereka masih bisa membuat pupuk secara mandiri. Karena itu agar petani sejahtera, maka infrastrukturnya harus bagus, termasuk jalan usaha tani,” jelasnya.

Diketahui, pada tahun 2020, Kementan menargetkan produksi padi mencapai 85,84 juta ton, jagung ditargetkan sebanyak 33,96 juta ton dan kedelai sebesar 1,12 juta ton. Begitu pula produksi pangan lainnya seperti bawang merah, cabai dan sub sektor perkebunan seperti tebu, kelapa, karet dan kopi ditargetkan meningkat.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman sendiri dalam kesempatan terpisah mengatakan, pihaknya akan menfokuskan pada upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian yang berkualitas dan membangun infrastruktur pertanian dalam penyusunan program kerja tahun anggaran 2020. Langkah tersebut diambil dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020 yang mengangkat tema ‘Peningkatan sumberdaya manusia untuk pertumbuhan berkualitas’.

“Kementan mendapatkan amanah untuk menyukseskan prioritas nasional pada program nilai tambah ekonomi dan kesempatan kerja, serta ketahanan pangan, air dan lingkungan hidup. Berdasarkan hal tersebut, kami akan menekankan program kerja tahun 2020 pada upaya membangun SDM pertanian yang berkualitas dan membangun infrastruktur,” ungkap Amran pada saat membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) 2019 di Bogor, Selasa (18/6).

Untuk mengembangkan kompetensi SDM pertanian, Kementan meningkatkan alokasi anggaran untuk pendidikan dan pelatihan vokasi. Pada tahun ini, Kementan sudah menggelar pendidikan dan pelatihan untuk mencetak petani milenial. Program tersebut akan semakin digiatkan pada tahun 2020.

Sementara pembangunan infrastruktur masih dinilai sebagai kunci dalam peningkatan produktivitas pangan, sekaligus menekan biaya operasional produksi. Untuk itu, Kementan akan terus memfasilitasi dan bekerja sama dengan kementerian maupun lembaga lain untuk membangun infrastruktur pertanian, mulai dari waduk, embung, hingga irigasi sekunder dan tersier.

Dalam menyusun kegiatan tahun 2020, Amran menyebutkan, Kementan masih menggunakan Pendekatan ‘money follow program’. Penganggaran money follow program juga mendukung pendekatan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020, yaitu perencanaan yang holistik (menyeluruh), tematik (terfokus), terintegrasi (terpadu), dan spasial (lokasi yang jelas).

“Pendekatan ini digunakan untuk lebih fokus pada program/kegiatan yang terkait langsung dengan prioritas nasional serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain pembangunan SDM dan infrastruktur pertanian, Kementan akan tetap menjalankan sejumlah kegiatan existing, yang dinilai telah berhasil. Beberapa program yang akan dilanjutkan adalah program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja), Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab), Toko Tani Indonesia, pengembangan Techno Park dan Science Park, pengembangan kawasan berbasis korporasi, serta sejumlah program lainnya.

Salah satu program lama yang akan dipertahankan adalah program Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani atau Serasi. Program optimalisasi lahan rawa sebagai lahan pertanian ini akan terus dijalankan sehingga Lahan rawa yang sebelumnya belum terkelola dengan baik, bisa menjadi sumber lahan yang potensial dalam meningkatkan produksi pangan.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *