Kementan Gandeng Ibu-Ibu PKK Garap Tanam Cabai di Pekarangan Rumah

Sosialisasi program tanam cabai di pekarangan rumah (dok. kementerian pertanan)
Sosialisasi program tanam cabai di pekarangan rumah (dok. kementerian pertanan)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Pertanian menggandeng Tim Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) untuk melaksanakan program kerja sama memanfaatkan pekarangan dan Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai). Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, potensi lahan pekarangan yang ada di Indonesia mencapai 10,3 juta hektare.

Bila lahan tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal, dirinya optimistis dapat menyelesaikan permasalahan kenaikan harga beberapa komoditas. “Kami rapat bersama Ketua PKK, kami akan menggencarkan program pemanfaatan pekarangan secara masif seperti beras dan jagung. Kami akan memanfaatkan seluruh BPTP melakukan pembibitan seperti cabai, sayur, dan buah-buahan tertentu yang diperuntukkan perkarangan rumah tangga yang memungkinkan untuk ditanami,” ujar Amran, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Kamis (19/1).

Amran menambahkan, bibit-bibit tersebut akan diberikan gratis untuk ditanam di pekarangan rumah anggota PKK di seluruh Indonesia dan akan diberikan pendampingan dari penyuluh yang ada di desa dan kabupaten. “Bibit yang dihasilkan BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian-red) nanti akan diberikan gratis. Dan mereka akan diberikan pendampingan juga, ada 1000 pendamping. Mereka akan membantu seperti misalnya ada masalah penyakit di tanamannya dan sebagainya,” jelasnya.

Tidak hanya untuk tanaman, pemanfaatan lahan pekarangan ini juga akan diberdayakan untuk pengembangan ayam petelur atau tambak perikanan skala rumahan apabila lahannya memungkinkan. “Pekarangan rumah tangga ini tidak hanya untuk tanaman, apabila memungkinkan, juga bisa untuk pengembangan ayam petelur atau tambak perikanan yang untuk konsumsi sendiri atau dijual,” tambah Amran.

Untuk menyukseskan program ini, Amran mengaku akan mengupayakan anggaran hingga Rp100 miliar. Bantuan akan diberikan kepada kelompok wanita/dasawisma yang beranggotakan minimal 15 rumah tangga yang berdekatan dalam satu kawasan.

“Akan diupayakan anggaran Rp100 miliar. Bantuan untuk satu kelompok mencapai Rp15 juta. Bantuan itu untuk infrastrukturnya seperti kebun bibit dan pengairan sederhana Rp6 juta, demplot Rp2 juta, dan pengembangan pekarangan anggota Rp 7 juta. Bibitnya kami berikan gratis,” papar Amran.

Dalam rencana aksi ini, lanjut Mentan Amran, akan melibatkan berbagai instansi di lingkungan Kementan. Kegiatan kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) akan ditangani BKP (Badan Ketahanan Pangan), Tanam Cabai Rawit ditangani Ditjen Hortikultura, dan Pengembangan Ayam KUB ditangani Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Sementara, Jagung ditangani Ditjen Tanaman Pangan, bantuan Alsintan ditangani Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, dan pendampingan teknologi ditangani Badan Litbang Pertanian. (*)

Ikuti informasi terkait harga cabai >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *