Kementan Kaji Upaya Padatkan Jarak Tanam, Dongkrak Produksi Jagung di Gunungkidul

Jagung varietas lokal (villagerspost.com/rahmat adinata)

Jakarta, Villagerspost.com – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta diminta membantu para petani untuk memetakan lahan-lahan di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berpotensi ditanami jagung. Hal itu dilakukan dalam rangka mendorong petani di Kabupaten Gunungkidul, untuk meningkatkan produksi jagung.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Gatot Irianto mengatakan, pihak Kementan meminta BPTP melakukan kajian tanah yang subur untuk padat populasi tanaman jagung. Dengan kajian tersebut, Kementan menargetkan para petani bisa menambah kepadatan jarak tanam jagung dari 60 ribu batang per hektare menjadi 100 ribu batang per hektare.

“Agar komoditas jagung tersedia sepanjang tahun dan harga jagung stabil dan kompetitif, petani harus memproduksi jagung sepanjang tahun dengan menambah kepadatan jarak tanam jagung,” kata Gatot di sela panen raya perdana jagung di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Sabtu (9/2).

Gatot menegaskan, saat ini Kementan berupaya menekan impor jagung supaya harga jagung ditingkat petani lokal tidak anjlok terutama saat panen raya. Pada tahun 2018, Indonesia mengimpor jagung sebanyak 100 ribu ton. Sedangkan untuk angka ekspor mencapai 380 ribu ton.

“Jangan diartikan kalau Indonesia surplus produksi jagung lalu tidak impor. Karena pada kondisi tertentu harga jagung naik (jadi harus impor) agar peternak tidak menjerit karena harga jagung tinggi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, lahan kering di Gunungkidul memang cocok untuk ditanami tanaman palawija khususnya jagung. Setiap tahun, petani di Gunungkidul menanam jagung di lahan seluas sekitar 51.000 hektare. “Sejauh ini Gunungkidul berkontribusi 96% atas produksi jagung di DIY,” jelasnya.

Pada tahun 2018, produksi jagung di Gunungkidul mencapai 230.206 ton pipil kering dengan luas panen 50.447 hektare. Pada musim tanam pertama 2018/2019 telah dilakukan penanaman jagung di lahan seluas 46.672 hektare yang akan panen mulai pekan ini.

Produktivitas jagung di Gunungkidul sendiri sudah cukup tinggi. Tahun ini, produktivitas jagung pipil kering rata-rata mencapai 4,6 ton-4,9 ton per hektare. “Produktivitas jagung tahun ini mencapai sekitar 4,6-4.9 ton sehingga kami optimis bahwa produksi jagung tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun lalu,” kata Badingah. Gunungkidul

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *