Kementan Lepas Ekspor Manggis Pandeglang ke China | Villagerspost.com

Kementan Lepas Ekspor Manggis Pandeglang ke China

Manggis hasil panen petani siap dipasarkan (dok. pemkab trenggalek)

Jakarta, Villagerspost.com – Direktur Jenderal Holtikultura Suwandi bersama Bupati Pandeglang Irma Narulita melepas ekspor manggis sejumlah 93 ton ke China. Selain ekspor, Suwandi juga melepas pasokan manggis ke antar wilayah sebanyak 714 ton.

“Ini buah manggis dari Pandeglang dieskpor 93 ton ke China dan 714 ton dijual antar wilayah ke Jakarta, Surabaya, Makasar dan lainnya. Ini juga menunjukkan kualitas manggis Pandeglang sudah masuk pasar ekspor. Secara nasional pangsa ekspor 23% produksi manggis Indonesia sebesar 160 ribu ton setahun,” ujar Suwandi, Rabu (23/1).

Produksi manggis Kabupaten Pandenglang yang dieskpor ke Cina tersebut dari hasil budi daya Kelompok Tani (Koptan) Mekar Rahayu 2 Desa Mekarsari sebanyak 27,7 ton. Selain itu ada juga dari Koptan Barokah Desa Bojong 65,6 ton.

Sementara itu, untuk pasokan antar wilayah, para petani memasok manggis ke sejumlah pasar tradisional di DKI Jakarta, Bogor Tangerang. Produksi manggis yang memasok pasar regional itu di antaranya Koptan Ciranggon Jaya Desa Kondang Jaya Kecamatan Cisata sebanyak 110,2 ton, Koptan Jiwa Nusantara Desa Sindang Hayu Kecamatan Saketi 96,4 ton. Koptan Cipandan Jaya Desa Sindang Laut Kecamatan Carita 36,03 ton, dan Koptan Mulya Tani Desa Jaya Mekar Kecamatan Cirebon 48,48 ton.

Suwandi mengungkapkan Indonesia peringkat ke-5 dunia sebagai negara produsen manggis, setelah India, China, Kenya, dan Thailand. Namun demikian, pada tahun 2018 sudah ekspor manggis 35 ribu ton ke China, Malaysia, Thailand, Vietnam, Hong Kong, Perancis dan negara lainnya.

Adapun sentra manggis terbesar, menurut Suwandi ada di Jawa Barat dan Sumatera Barat. Sedangkan Banten pada posisi 10 besar produsen manggis. Ekspor manggis pun dikatakan mengalami peningkatan pada tahun lalu.

Suwandi menjelaskan, ekspor manggis di tahun 2018 naik 300% dibandingkan 2017 sebesar 9 ribu ton. “Ini merupakan peningkatan sangat besar, selisihnya cukup besar sekali salah satunya dari Pandeglang. Ke depan kita dorong untuk ditingkatkan lagi ekspornya. Saya minta diperbanyak tanaman, jangan sampai ada lahan tidur. Terus tingkatkan produktivitasnya,” ungkapnya

Suwandi membeberkan pemupukan dan perawatan tanaman merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas manggis. Pengendalian organisme pengganggu tanaman pun penting agar manggis yang diproduksi lebih mutu. Selanjutnya untuk bisa masuk ekspor maka harus dilakukan registasi kebun dan sertifikasi packaging house.

“Kementan memberikan pelayanan cepat dalam perkarantinaan, bahkan menjemput bola dengan inline inspection. Pengurusan izin dokumen ekspor tidak lagi berhari-hari atau berbulan-bulan, sangat cepat. Ini terobosan yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menggenjot ekspor dan investasi,”papar Suwandi.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan Pandeglang memiliki potensi sumber daya pertanian yang sangat menjanjikan, yakni tidak hanya dapat menjadi lumbung padi dan kedelai, tetapi harapan besar terlihat dari bidang hortikultura. “Kualitas ekspor ini harus bagus, jangan sampai ada yang cacat karena akan menurunkan harga dan kualitas manggis,” tegasnya.

Irma mengaku memang mendorong produksi manggis Pandeglang untuk mampu menembus pasar mancanegara. “Kami berharap produksi manggis menjadi andalan ekonomi petani,” katanya.

Bupati mengapresiasi kepada para Koptan penghasil manggis karena produksi manggis cukup bagus. Bupati berharap Kecamatan Bojong salah satu dari empat daerah penghasil manggis yang difokuskan untuk pengembangan manggis. “Ini sejarah berikutnya yang akan terukir, karena Pandeglang bisa berkontribusi untuk pusat dan provinsi dari bidang hortikultura,”katanya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *