Kementan Pastikan Stok Jagung untuk Pakan Ternak Aman

Jagung untuk bahan baku pakan ternak. (dok. kemendagri.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok jagung untuk pakan aman dan tersedia cukup untuk kebutuhan pabrik pakan ternak. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah menyampaikan, stok bahan pakan khususnya jagung di pabrik pakan meningkat pada dua bulan terakhir.

Stok per bulan Maret 2021 juga bisa dikatakan masih tinggi dan tersedia cukup. “Stok jagung di pabrik pakan dari Februari ke Maret 2021 meningkat 4,3 persen. Stok nasional per Maret 2021 ada sebanyak 660 ribu ton,” ujar Nasrullah dalam keterangan pers yang diterima Villagerspost.com, Jumat (7/5).

Stok ini, ujar Nasrullah, cukup untuk memenuhi kebutuhan 32 hari ke depan dengan rentang kecukupan di pabrik pakan paling sedikit 32 hari di wilayah DKI dan terbanyak 70 hari di wilayah Sumatera Barat dan Lampung.

Dengan ketersediaan stok jagung ini, dipastikan harga pakan ternak juga bisa ditekan. Nasrullah memaparkan, stok jagung nasional di pabrik pakan mengalami peningkatan dalam dua bulan terakhir. Stok paling banyak masih ada di Pulau Jawa dengan total 400 ribuan ton per Maret 2021 dan cukup untuk 35 hari ke depan.

Sedangkan, Kalimantan sebanyak 14 ribuan ton dan cukup untuk 34 hari ke depan. Stok jagung di Sumatera mencapai sebanyak 200 ribuan ton, cukup untuk 51 hari ke depan.

Sementara di Sulawesi terdapat stok sebanyak 44 ribuan ton, cukup untuk 38 hari ke depan. Masing-masing wilayah mengalami peningkatan stok jika di/bandingkan stok bulan Februari 2021.

Nasrullah mengakui, harga jagung skala nasional juga mengalami peningkatan. Harga jagung dengan kadar air 15 persen di pabrik pakan bulan Maret 2021 sebesar Rp4.772 per kg. Harga ini meningkat sekitar 6.46 persen dibandingkan bulan Februari 2021, yakni sekitar Rp4.483 per kg dan meningkat sebesar 5,92 persen jika dibanding bulan Maret 2020 yakni senilai Rp 4.506 per kg.

Sementara, harga jagung terima pabrik pakan antar pulau berbeda. Pulau Jawa, jagung dengan kadar air 15 persen yaitu seharga Rp4.791 per kg. Sementara, di Sumatera seharga Rp4.751 per kg, Sulawesi seharga Rp4.492 per kg dan Kalimantan seharga Rp5.068 per kg.

Adapun harga acuan pemerintah sesuai Permendag Nomor 07 Tahun 2020 tentang harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di tingkat konsumen adalah Rp4.500 yang paling tinggi per kg untuk kadar air 15 persen di tingkat di konsumen.

Sedangkan harga acuan pemerintah paling tinggi sebesar Rp3.150 per kg untuk kadar air 15 persen atau paling rendah Rp2.500 per kg kadar air 35 persen di tingkat petani.

“Dari harga jagung terima pabrik pakan antar pulau itu, tentunya pemerintah akan mengambil langkah-langkah jika memang terjadi kenaikan harga di luar kendali dengan melakukan intervensi, termasuk mengimpor bahan pakan sumber energi” tegas dia.

Oleh karena itu, ia berharap seluruh pihak agar bisa bersama-sama mengatasi persoalan dinamika harga jagung agar kembali dalam rentang harga yang normal. Pasalnya, tinggi harga jagung ini bisa berimbas pada kenaikan harga pakan.

Kementan, kata Nasrullah, juga terus berupaya bergerak cepat dalam mengatasi kenaikan harga dan isu kelangkaan stok pangan. Pasalnya, pakan sangat mempengaruhi efisiensi dalam budidaya ternak karena biaya budidaya ternak menempati porsi terbesar dari total biaya produksi kurang lebih 60 persen.

“Sehingga pakan yang disediakan harus baik kualitasnya, cukup jumlahnya, dan harganya terjangkau,” pungkas Nasrullah.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *