Kementan Percepat Program Cetak Sawah dan Penyaluran Pupuk Subsidi

Kementerian Pertanian dan TNI bekerjasama mencetak sawah baru (dok. pertanian.go.id)
Kementerian Pertanian dan TNI bekerjasama mencetak sawah baru (dok. pertanian.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Awal tahun baru 2016 Kementerian Pertanian mempercepat pelaksanaan program tahun 2016. Diantara sekian program yang dipercepat adalah penyaluran pupuk bersubsidi senilai Rp30,0 triliun, dan program pencetakan sawah bekerjasama dengan Zeni Kodam dan Zeni TNI-AD senilai Rp3,3 triliun.

Selain itu, ada juga program penyaluran benih bersubsidi bekerjasama dengan PT SHS dan PT Pertani senilai Rp808,9 miliar, pengadaan alat meskin pertanian pra panen dan pasca panen padi dengan jumlah 12 kontrak senilai Rp368,3. Kemudian, asuransi pertanian bekerjasama dengan PT Jasindo Rp 114 miliar dan pengadaan vaksin, obat-obatan, pakan ternak dan lainnya.

Untuk pencetakan sawah, Kementan akan mencetak 200 ribu hektare sawah baru di tahun ini. Kemudian untuk alsintan, akan dibagikan sebanyak 100 ribu unit. Kementan juga akan membangun 3.500 unit embung, dam-parit, sumur dangkal dan sumber air. Selain itu Kementan juga akan melakukan pengadaan 50.000 sapi indukan sebagai mesin produksi sapi.

Penandatanganan kontrak pelaksanaan anggaran tahun 2016 itu dilakukan langsung oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman hari ini, Senin (4/1). Penandatangan Penandatangan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Tahun Anggaran 2016 lingkup Kementerian Pertanian itu dilaksanakan di Aula Gedung D, Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

Penandatangan dengan lebih dari 300 mitra pihak ketiga senilai Rp34,6 triliun atau 49,8% dari total pagu APBN Kementan dan pagu subsidi pupuk dan benih. “Waktu kontrak lebih maju dibandingkan dengan tahun sebelumnya, maka serapan anggaran Januari 2016 diperkirakan mencapai lebih dari 15%,” kata Amran seperti dikutip pertanian.go.id.

Pada kesempatan tersebut Mentan mengatakan bahwa percepatan program ini sejalan dengan arahan Presiden RI pada Sidang Kabinet Paripurna 23 Desember 2015 lalu, agar mempercepat penyerapan anggaran di awal 2016 untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. “Diharapkan bantuan pemerintah sudah bisa didistribusi kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani tepat waktu,” ujarnya.

Selain gebrakan percepatan pengadaan barang dan jasa ini, Mentan juga melakukan refocusing anggaran dari anggaran kegiatan yang kurang efektif dialihkan untuk fokus meningkatkan program pangan strategis yaitu: padi, jagung, kedelai, gula, daging sapi, cabai dan bawang.

Amran Sulaiman mengatakan, kegiatan di daerah akan dilakukan secara masif dengan menempatkan pejabat pusat di setiap kabupaten, melibatkan Babinsa, Penyuluh, KTNA, Dosen dan Mahasiswa untuk bersama-sama petani terjun di lapangan. Kejaksaan Agung dan Polri juga dilibatkan untuk mengawal program sehingga berjalan sesuai dengan rambu-rambu ketentuan yang berlaku.

“Kinerja produksi pangan strategis 2016 diyakini akan naik lagi, mengingat realisasi kegiatan 2015 berupa rehabilitasi jaringan irigasi 2,4 juta ha, optimasi lahan 1 juta ha dan kegiatan lainnya akan berdampak pada peningkatan produksi 2016,” urai Amran.

Bantuan benih, menurut Mentan, akan disalurkan di luar lokasi eksisting. Sementara pengadaan benih dan pupuk dilakukan dengan penunjukan langsung, sementara pengadaan alsitan dilakukan dengan e-kalatog. “Lewat cara ini, program-program Kementan akan langsung dimanfaatkan petani secara tepat waktu sesuai musim, sehingga berdampak pada luas tambah tanam dan produktivitas pangan,” pungkas Amran. (*)

Facebook Comments
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *