Kementan Targetkan Ekspor 15 Ribu Ton Bawang Merah Tahun Ini

Menteri Pertanian Amran Sulaiman melepas truk pembawa bawang merah dari sentra bawang ke gudang Bulog (dok. pertanian.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Pertanian menargetkan untuk mengekspor 15 ribu ton bawang merah tahun ini. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Prihasto Setyanto mengatakan, Kementerian Pertanian akan terus mendorong ekspor bawang merah terutama pada bulan-bulan puncak panen yaitu Juli hingga September.

“Ekspor bawang merah terus kita dorong karena terbukti memberikan banyak multiplier effect positif, diantaranya petani menjadi lebih semangat menanam, harga terjaga stabil, perbaikan mutu produksi dan sebagainya”, kata Prihasto, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Senin (13/8).

Presiden Joko Widodo sendiri sebelumnya menyerukan agar Kementerian Pertanian intensif mendorong realisasi ekspor berbagai komoditas seperti kelapa sawit, jagung, buah-buahan, bawang merah dan produk pertanian lainnya. “Untuk memacu ekspor komoditas pertanian, perlu diperkuat jejaring kerja dan sinergi antara petani, pemerintah dan eksportir,” ujarnya.

Ekspor ini, kata Prihasto juga akan menambah pemasukan negara. “Kalau menambah devisa negara itu sudah pasti. Selain pembinaan di lini produksi, kami juga terus dorong realisasi ekspor sesuai target dan komitmen para eksportir,” tambahnya.

Sebagai bentuk realisasi, bBeberapa waktu lalu, Indonesia telah mengekspor bawag merah ke Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Ekspor tersebut dilakukan oleh PT Aman Buana Putra.

Direktur PT Aman Buana Putra, Aman Herry Satyo menjelaskan pihaknya berkomitmen mengekspor 6.000 ton bawang merah tahun ini ke negara-negara tersebut. “Kami sangat mendukung upaya Bapak Mentan Amran Sulaiman meningkatkan ekspor pertanian khususnya bawang merah” jelasnya.

Pihaknya mengaku tidak terlalu sulit mendapat pasokan karena sentra penghasil bawang merah saat ini sudah menyebar di banyak daerah. Suplai bawang merah diperoleh dari para petani di Malang, Bima, Sumbawa dan Probolinggo.

“Pasar luar negeri membutuhkan bawang merah berukuran sedang hingga besar, warna merah cerah, kadar air rendah dan fresh. Varietas lokal yang potensial diekspor adalah Super Phillip atau Biru Lancor,” terang Aman.

“Kami berharap dinas pemerintah terus mendampingi petani bawang merah agar menghasilkan produk yang berkualitas ekspor dan ramah lingkungan,” pungkasnya.

Sejak tahun 2016, Pemerintah telah menyetop total impor bawang merah jenis shallot dan menggenjot ekspor ke beberapa negara tetangga. Sebelumnya tahun 2014, Indonesia masih impor bawang merah hingga 74.903 ton dan 2015 impor menurun drastis menjadi 17.428 ton.

Data Badan Pusat Statistik menyebutkan pada tahun 2017, ekspor komoditas hortikultura naik tajam, khususnya untuk komoditas bawang merah yang mencapai 7.750 ton atau naik 93,5 % dibandingkan 2016 yang hanya 736 ton. Tahun 2018 Kementerian Pertanian mematok target ekspor bawang merah hingga 15 ribu ton.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *