Kementan Terus Kejar Target Swasembada Kedelai Lewat Upsus Pajale | Villagerspost.com

Kementan Terus Kejar Target Swasembada Kedelai Lewat Upsus Pajale

Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan panen kedelai di Takalar, Sulawesi Selatan (dok. pertanian.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Sekertaris Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Dr. Ir. Maman Suherman mengatakan, target swasembada padi dan jagung yang dicanangkan pemerintah telah tercapai. Dia memaparkan, tahun 2018 lalu produksi padi mencapai 83,04 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 48,3 juta ton beras. “Angka ini tercatat masih surplus karena konsumsinya lebih kecil sebesar 30,4 juta ton beras,” jelas Maman, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Selasa (8/1).

Begitu juga dengan jagung, tahun 2018 produksi jagung 30 juta ton pipil kering (PK), sedangkan perhitungan kebutuhan sekitar 17 juta ton PK. “Masih ada perhitungan surplus sekitar 13 juta ton. Artinya swasembada padi dan jagung sudah bisa kita capai,” tegas Maman.

Meski begitu, kata dia, Kementerian Pertanian terus menargetkan kenaikan produksi padi, jagung dan kedelai (Pajale) di tahun 2019, dengan penambahan luas tanam melalui berbagai terobosan seperti tumpangsari dan pemanfaatan lahan rawa. “Tumpangsari sebagai cara untuk memanfaatkan persaingan lahan antar komoditas. Tahun 2019 ini ditargetkan tumpangsari 1,05 juta ha atau setara luas pertanaman 2,1 juta ha,” ujarnya.

Lahan rawa yang sangat luas, mulai dimanfaatkan sebagai pilot project sejak 2018. Tahun 2019 ditargetkan 500 ribu ha rawa di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) di rawa dapat meningkatkan indeks pertanaman dan mengembangkan korporasi petani.

“Proyeksi produksi 2019 akan meningkat lebih tinggi lagi di banding 2018, dengan dukungan program peningkatan produksi, perbaikan prasarana dan sarana, penanganan pasca panen dan pengamanan produksi,” kata Maman. Pelaksanaan Upsus Pajale, imbuhnya, sejak tahun 2015 membuktikan kenaikan tajam luas tanam padi sebesar 2 juta ha. Dari 14 juta ha tahun 2014 menjadi 16 juta ha tahun 2018.

Program upaya khusus Pajale masih terus digenjot karena pemerintah masih masih berupaya mencapai swasembada untuk komodtas kedelai. Namun begitu, tercatat selama 5 tahun terakhir produksi kedelai di 2018 melonjak tajam sebesar 982 ribu.

Selain itu, kata Maman, naiknya angka produksi Pajale, juga sejalan dengan naiknya kesejahteraan petani. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2018 naik sebesar 0,04 persen menjadi 103,16 jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Belum lama ini, Kepala BPS Suharyanto menyampaikan, kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) naik sebesar 0,54 persen, lebih besar dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb) sebesar 0,50 persen.

NTP menunjukkan nilai tukar dari produk-produk pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga termasuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani. Sedangkan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Desember 2018 sebesar 112,21 atau naik 0,26 persen dibandingkan NTUP bulan sebelumnya.

Maman Suherman menyimpulkan, dengan tercapainya swasembada padi, jagung, dan nilai tukar petani, maka telah tercapai salah satu tujuan Nawacita. “Yaitu terwujudnya kemandirian ekonomi melalui kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri mengatakan, peningkatan daya beli petani ini tidak dapat dilepaskan dari upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi dan mengendalikan harga di tingkat petani maupun konsumen. “Di satu sisi, petani untung karena produk yang mereka hasilkan dibeli dengan harga tinggi. Di sisi lain, mereka pun bisa membeli kebutuhan-kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ungkap Kuntoro.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *