Kementerian Pertanian Tebar Jagung Impor ke Peternak

Menteri Pertanian Amran Sulaiman usai acara panen jagung. DPR sayangkan Bulog beli jagung impor ilegal (dok. distanak.bantenprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Untuk menstabilkan harga komoditas telur dan ayam di pasaran, Kementerian Pertanian mulai menebar bantuan jagung impor asal Brasil ke peternak di Jawa Barat dan Banten, hari ini, Jumat (25/1). Jagung impor yang disebar mencapai 81 ton. “Jadi sekarang kita berikan kepada peternak kita yang ada di Jawa Barat-Banten kemudian kita akan lanjut mengecek peternak-peternak mana yang kekurangan,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Darmita.

Ketut mengatakan, bantuan itu diberikan sebagai upaya menekan gejolak harga di lapangan. Harga jagung yang diberikan Kementan melalui Bulog Rp 4.000. Sedangkan di lapangan, harga jagung bervariasi.

“Bantuan ini kan sebenarnya karena harga di Bulog ini Rp4.000 jadi kemudian di lapangan bervariasi ada yang Rp3.000 seperti kemarin saya di lapangan kemudian ada juga 4.500-5.000. Nah, Bulog dalam hal ini diberikan tugas untuk memfasilitasi agar bagaimana harga-harga itu tidak bergejolak sehingga regulasi ini ditangani oleh Bulog sebagai fasilitator,” papar Ketut.

Sejauh ini, Kementan sudah menebar bantuan jagung ke para peternak di Jawa Barat sebanyak seribu ton, dua ribu di Jawa Tengah, dan 3 ribu di Jawa Timur. “Karena terus terang saja saya tidak mau nanti petani jagung kita yang ada di lapangan itu nanti terganggu panen rayanya, karena kita menunggu panen raya bagaimana peternak kita ndak bergejolak terkait harga,” tuturnya.

Bulog Divre Jawa Barat Agus Siswantoro mengatakan, bantuan jagung ini dalam rangka membantu peternak mandiri memperoleh jagung dengan harga yang wajar untuk stabilisasi harga. “Bulog akan terus berusaha untuk membantu peternak untuk mendapatkan jagung dengan harga yang wajar dan stabil,” ucapnya.

Hartono, Ketua Perhimpunan Peternak Unggas Nasional (PPUN) atas nama peternak penerima bantuan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Menteri Pertanian yang telah membantu peternak kecil. “Karena bantuan ini membantu petani untuk memperoleh jagung dengan harga sesuai harga acuan,” ucapnya.

Kadma Wijaya, Ketua Koperasi Unggul Selaras Bogor menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah yang sudah dengan sigap membantu meringankan beban peternak, terutama dalam mengatasi kesulitan bahan baku jagung. “Dengan bantuan pemerintah, maka peternak mendapatkan harga jagung yang wajar, sehingga dapat menurunkan biaya produksi,” katanya.

Sugeng Wahyudi, Sekjen Gopan (Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional) mengungkapkan ucapan terimakasih atas upaya pemerintah melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan atas respon cepat yang diberikan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh peternak mandiri. Menurutnya, upaya ini memang belum 100% menyelesaikan masalah, tetapi kepeduliannya untuk ikut terlibat dalam mengatasi masalah dalam kebutahan pakan peternak patut untuk diapresiasi.

“Kami berharap ini merupakan upaya awal dalam mengatasi permasalahan-permasalahan dihadapi oleh peternak, terkait dengan pakan ayam, kami berharap ada kesinambungan agar ketersediaan pakan sustainable,” tuturnya.

Sugeng menjelaskan bahwa pihaknya tidak dapat langsung menerima jagung, tetapi ini harus dikerjasamakan dengan pihak lain dalam hal ini pabrik pakan ternak. Sebab untuk peternak Broiler (perdaging) jagungnya tidak dapat diolah sendiri, namun harus dikerjasamakan yang dilengkapi dengan perjanjian tertulis.

“Hal ini sangat berbeda dengan pola pakan pada peternak layer (petelur -red). Oleh karena itu, kedepan kami berharap Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dapat memfasilitasi untuk merekomendasi keinginannya, dan ini akan lebih mudah jika jagung ini juga bisa disediakan untuk partnernya, yaitu pabrik pakan ternak dengan harga yang wajar,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *