Kenaikan Harga Komoditas Picu Inflasi di Beberapa Daerah

Pedagang berjualan bahan pangan di pasar (dok. sumabprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kenaikan harga komoditas pertanian di pasaran seperti cabai merah dan bawang putih dalam beberapa bulan terakhir ini memicu terjadinya inflasi di beberapa daerah. Hal itu terungkap dari kunjungan kerja DPR ke beberapa daerah.

Di Sumatera Utara, cabai merah menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi terbesar dalam dua bulan terakhir, dengan perubahan harga mencapai 50 persen atau memberikan andil (0,85 persen) meski hanya memiliki bobot (0,20 persen) dari keranjang Indeks Harga Konsumen (IHK). Produksi yang terganggu akibat berakhirnya masa panen di daerah sentra produksi di Sumut dan Aceh membuat lonjakan harga tidak dapat dihindari. Di sisi lain beberapa pedagang besar memasok untuk provinsi lain.

“Hal ini harus diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi Sumut agar tidak berdampak kepada komoditas lain, apa lagi konsumsi di bulan Ramadan dan Idul Fitri tentunya akan jauh lebih besar. Juga beberapa komoditas lain yang perlu jadi perhatian Pemprov Sumut saat Lebaran antara lain daging ayam ras, beras, dan gula pasir,” kata Anggota Komisi XI DPR Junaidi Auly saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke Medan, Sumut, Jumat (17/5).

Data dari perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut mengungkapkan, kenaikan harga komoditas cabai merah di bulan Mei 2019 mencapai kurang lebih 50,02 persen, dengan harga Rp42 ribu per kilogramnya. Kenaikan harga komoditas lainnya di antaranya bawang merah naik 17,29 persen, bawang putih naik 47,57persen, kontrak rumah naik 1,40 persen, harga mobil naik 1,15 persen, kacang panjang naik 23,02 persen, dan cabai hijau naik 41,31persen.

“Jika kita cermati dari data yang di sajikan oleh BPS Sumut, komoditas utama penyumbang inflasi selama April 2019 di Medan, antara lain cabai merah, bawang merah, bawang putih, kontrak rumah, mobil, kacang panjang, dan cabai hijau,” kata Junaidy.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, hal tersebut berdampak kepada inflasi tahun kalender Sumut pada bulan April 2019 sebesar 1,42 persen, meningkat bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 (0,43 persen). Peningkatan laju lnflasi tertinggi terjadi di Kota Medan yang sebelumnya 0,36 persen pada April tahun 2018 menjadi 1,54 persen tahun 2019.

Hal serupa juga terjadi di Provinsi Jawa Timur. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Soepriyatno mengatakan, permasalahan yang dihadapi oleh Provinsi Jawa Timur terkait dengan inflasi adalah adanya disparitas harga komoditas pada sejumlah kabupaten/kota yang masih relatif tinggi pada kawasan yang sama pada Bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah.
Dia mengatakan, Bank Indonesia (BI) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) harus menunjukkan perannya. “Mengingat pada momentum ini terjadi kenaikan harga-harga di masyarakat yang menjadi keluhan masyarakat,” kata Soepriyatno.

Politikus Partai Gerindra ini berharap BI maupun TPID dapat melaksanakan fungsinya serta mengambil langkah-langkah yang efektif supaya kenaikan harga-harga tersebut tidak membebani masyarakat. “Faktor lain yang perlu diwaspadai adalah tekanan inflasi pada kelompok administered price seperti tarif angkutan serta sejumlah komoditas pangan yang memiliki kecenderungan mengalami kenaikan harga pada masa Ramadan seperti telur ayam ras dan daging ayam ras,” ujar Soepriyatno.

Pada kesempatan yang sama Anggota Komisi XI DPR RI Johnny G. Plate menambahkan, dampak kenaikan harga rata-rata di pasar, khususnya komoditas pangan relatif terkendali dan inflasi tidak naik terlalu banyak. Menurutnya ini hal yang sangat positif, karena seluruh instrumen negara dan pemerintah daerah melakukan pengendalian terhadap inflasi secara baik.

“Bank Indonesia mengantisipasi secara tepat dengan melakukan intervensi terukur, sehingga stabilitas nilai tukar rupiah bisa terjaga. Maka pengendalian harga rata-rata di pasar juga khususnya pada komponen-komponen impor menjadi lebih baik,” ujarnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *