Kepala Desa Diimbau Segera Tentukan Produk Unggulan Desa | Villagerspost.com

Kepala Desa Diimbau Segera Tentukan Produk Unggulan Desa

Produk makanan olahan, potensi unggulan masyarakat pesisir  (dok. villagerspost.com/uppy supriyadi)

Produk makanan olahan, potensi unggulan masyarakat pesisir (dok. villagerspost.com/uppy supriyadi)

Jakarta, Villagerspost.com РPara kepala desa diimbau segera menentukan produk unggulan di masing-masing desa yang dipimpinnya. Imbauan itu disampaikan Menteri Desa  Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Sandjojo, saat Forum Silaturahmi Pengurus DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Gorontalo, di Gorontalo, Rabu (11/01).

Eko mengatakan, untuk menstimulasi pengembangan produk unggulan itu pemerintah akan memberikan insentif. Diantaranya dengan memberikan biit dan sarana produksi gratis. “Jadi kepala desa tolong segara tentukan produk unggulan desanya,” ujar Eko.

Pemerintah saat ini memang tengah menggalakkan program peningkatan skala produksi dan skala ekonomi Produk Unggulan Desa (Prudes) dan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades). Dengan fokus pada produk unggulan tersebut, pemasukan dan pendapatan masyarakat desa diyakini akan meningkat.

Presiden Joko Widodo sendiri, kata Eko, telah memerintahkan agar 19 Kementerian/Lembaga saling mendukung program pembangunan di desa. Selain itu, pemerintah juga akan mendorong dunia usaha untuk berinvestasi di unit sarana produksi desa.

Sinergi terus dilakukan agar desa dapat terus menjadi pendorong ekonomi nasional dengan mengembangkan konsep satu desa satu produk. Gorontalo sendiri, menurut Eko, akan dijadikan model pembangunan agrikultur di Indonesia.

“Produksi jagung jadi unggulan disini. Makanya provinsi ini terkenal dengan sebutan lumbung jagung. Dengan fokus pada satu produk unggulan, saya yakin skala produksi semakin besar, desa akan maju, dan petaninya memiliki pengalaman khusus,” lanjutnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Eko Sandjojo juga berpesan agar dana desa sebesar Rp200-300 juta per desa, dialokasikan untuk membangun embung air desa. Sarana tersebut dinilai akan meningkatkan produktivitas hasil tani, dari satu kali menjadi tiga kali panen dalam setahun. Selain itu, desa juga harus membesarkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

“Setiap desa yang membuat embung akan kami berikan pompa gratis. Embung juga nantinya dapat digunakan sebagai usaha perikanan dan pariwisata. BUMDes yang akan mengelola itu,” ujarnya.

Di tahun 2017 ini, jumlah dana desa yang akan disalurkan naik dari Rp46,9 triliun menjadi Rp60 triliun. Dengan jumlah tersebut, setiap desa rata-rata akan mendapatkan Rp800-900 juta. Jumlah desa yang akan mendapatkan dana desa pada tahun ini yakni 74.910 desa. (*)

Ikuti informasi terkait produk unggulan desa >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *