Ketua KNTI Bintan Kunjungi Keluarga Nelayan yang Ditahan di Malaysia

Ketua KNTI Bintan Buyung Adli menemui dan memberikan bantuan kepada keluarga nelayan Bintan yang ditahan di Malaysia (dok. knti bintan)

Bintan, Villagerspost.com – Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan Buyung Adly, menyambangi kediaman Agus Suprianto (26), nelayan Indonesia yang saat ini ditahan di Malaysia, Minggu (15/8) pagi. Dalam kesempatan itu, Buyung ditemui istri Agus yang saat ini terus menanti kabar pembebasan dan pemulangan suaminya.

Buyung juga ikut menemui orang tua dua nelayan lainnya yang ikut ditahan bersama Agus yaitu Andi (18) dan Sandi (18), yang kini sudah dalam proses pemulangan. Dalam kesempatan itu, Buyung juga membagikan bingkisan sembako kepada keluarga Agus.

“Kunjungan ini dimaksudkan untuk memberikan semangat kepada istri Agus dan juga kedua orang tua Sandi dan Andi,” ujar Buyung, kepada Villagerspost.com.

Buyung mengatakan, istri Agus yang saat ini sedang hamil usia kandungan enam bulan berharap suaminya lekas kembali ke Indonesia untuk menemani persalinannya. Sedangkan kedua orang tua Andi dan Sandi merasa lega karena kedua anaknya sudah berada di Batam.

“Kami berharap keluarga, khususnya Agus, bersabar karena proses persidangan lanjutan saudara Agus sedang berlangsung, dan dia didampingi oleh pihak KJRI,” ujar Buyung.

Buyung, dalam kesempatan itu juga juga menyampaikan rasa terimakasih atas kerja sama dengan datok H. Nazri Kamal selaku Persatuan Kebajikan Zuriat keturunan Pusaka Bentan-Malaysia. Nazri selama ini membantu pihak KNTI dan keluarga nelayan memantau kondisi Agus dan rekannya.

Ketua KNTI Bintang berbincang dengan keluarga nelayan Bintan yang ditahan di Malaysia (dok. knti bintan)

“Informasi yang diberikan beliau sangat membantu kami sehingga kami dapat mengetahui situasi kondisi nelayan kita yang ada di Malaysia,” ujar Buyung.

Sebelumnya, Agus bersama Andi dan Sandi, ditangkap dan ditahan Polisi Diraja Malaysia, pada 11 Juli lalu. Ketiga nelayan tersebut ditangkap saat menangkap ikan di wilayah perairan Pulau Awor, sekira 52 mil dari Bintan.

Ketiga nelayan warga Kampung Masiran RT 07/RW 02 Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang itu, ditangkap karena kapal mereka mengalami kerusakan mesin dan terseret hingga memasuki perairan Malaysia. Kabar penangkapan ketiganya diketahui setlah salah satu nelayan yaitu Andi mengirim pesan singkat kepada Safarudin sang pemilik kapal.

Buyung mengatakan, selain ketiganya, ada juga tiga nelayan lain yang ditangkap pihak Malaysia. Dari data NGO di Malaysia, tiga nelayan yang juga ditahan di Malaysia yaitu Muhammad Rapi (33) asal Desa Air Gelubi Kecamatan Bintan Pesisir, Reza Mavian (20) asal Desa Air Gelubi Kecamatan Bintan Pesisir, dan Gunawan (17) asal Desa Cempa, Kecamatan Bakong Serumpun, Kabupaten Lingga.

KNTI meminta perkara nelayan tradisional yang berulang-ulang terjadi ditahan di Malaysia dapat diperhatikan dengan serius oleh pemerintah pusat maupun daerah. “Ini menjadi tugas negara dalam menjamin perlindungan nelayan seperti yang di tuangkan di dalam Undang-Undang Perlindungan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam,” tegas Buyung.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *