Kisah BUMDes Sukamenak Atasi Krisis Air

Penyaluran air bersih kepada desa di musim kemarau (dok. karangasemkab.go.id)
Penyaluran air bersih kepada desa di musim kemarau (dok. karangasemkab.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ternyata tak hanya berperan dalam upaya menggerakkan perekonomian desa. BUMDes ternyata juga bisa berperan untuk sekaligus mengatasi krisis yang dialami desa semisal krisis air bersih. Hal itulah yang dilakukan BUMDes Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.

Hal itu terungkap dalam kunjungan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Tranmigrasi Eko Putro Sandjojo ke sejumlah desa di Provinsi Jawa Barat , Jumat (12/8). Dalam blusukan itulah Eko mengunjungi BUMDes  Sukamenak, yang fokus mengelola air bersih sebagai kebutuhan warga yang berada di desa tersebut.

Ketua BUMDes Sukamenak Efendi berkisah, BUMDes Sukamenak yang saat ini dipimpinya bergerak dalam pengelolan air bersih dengan modal awal sebesar Rp15 juta. Dana itu berasal dari bantuan hibah Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung. Dana tersebut dipakai untuk membangun infrastruktur pengelolaan air bersih tingkat desa.

Effendi mengatakan, hngga saat ini BUMDes Sukamenak telah memiliki pelanggan sebanyak 700 kepal keluarga. “Pelanggan semuanya  warga Desa Sukamenak,” paparnya.

Air bersih yang dikelola BUMDes Sukamenak, bersumber dari tiga sumur boor yang dibangun di wilayah tersebut. Air yang dialirkan ke rumah-rumah pelanggan itu harganya dibandrol sebesar Rp1000 per meter kubik. Dari usaha pelayanan air bersih itu, BUMDes Sukamenak berhasil meraih omset rata-rata sebesar Rp19 juta per bulan.

Dana itu diputar lagi untuk permodalan sebanyak Rp9 juta untuk biaya listrik, gaji pengelola sebanyak 15% dan alokasi untuk desa 10% dari omset. Keuntungan bersih tiap bulan setelah dikurangi berbagai beban biaya mencapai Rp4 juta.

Pengelolan air bersih yang bertempat di lahan carik desa tersebut, tambah Effendi,  permintaanya sangat tinggi, namun dirinya mengaku tidak bisa memenuhi semua karena keterbatasan volume air. “Untuk memenuhi permintan itu kami saat ini tengah merancang meningkatkan volume air yang telah ada,” katanya.

Efendi menambahkan, BUMDes Sukamenak juga memiliki koperasi simpan pinjam untuk ibu-ibu yang berada di lingkungan Desa Sukamenak. Melihat kemajuan BUMDes Sukamenak, Eko Putro Sandjojo menegaskan, BUMDes Sukamenak selayaknya bisa dijadikan sebagai salah satu contoh bagi desa yang lain untuk mendorong perekonomian masyarakat desa, demi mewujudkan desa mandiri, maju dan sejahtera.

Eko  mengatakan, salah cara menciptakan desa membangun Indonesia adalah mendorong perekonomian masyarakat desa melalui BUMDes. “Desa-desa rencananya kami push (dorong) untuk membentuk badan usaha desa,” pungkasnya. (*)

Ikuti informasi terkait BUMDes >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *