Kisah Heroik Manggala Agni KLHK Padamkan Karhutla

Helikopter BNPB melakukan water bombing di areal lahan gambut yang terbakar (dok. greenpeace/rony muharrman)

Jakarta, Villagerspost.com – Heri, anggota Manggala Agni Pangkalan Bun, bersama regunya masih terus bertahan selama 20 hari terakhir untuk memadamkan api yang membakar di tengah hutan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Sebagai anggota Brigade Pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Heri dan kawan-kawan memang arus siap bertahan hidup pada segala kondisi dalam rentang waktu tidak bisa dipastikan demi memadamkan karhutla.

“Ketika pemadaman kami harus mendirikan tenda di hutan, karena jika kami harus pulang-pergi setiap hari akan kehabisan waktu di jalan dan api akan terlanjur meluas,” kata Heri, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Jumat (31/8).

Lelaki berusia 27 tahun ini telah bergabung dalam Manggala Agni Daops Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, sejak umurnya masih belum lagi mencapai dua puluh tahun. Ia bersama teman-teman dalam satu regu lainnya sudah 20 hari terakhir ini melakukan pemadaman di hutan wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Heri adalah anggota Manggala Agni Daops Pangkalan Bun dengan spesialisasi mekanik. Disetiap pemadaman Manggala Agni, kadang pompa yang digunakan rusak karena air yang disedot berlumpur. Saat itulah Heri bertugas memperbaiki pompa hingga pemadaman bisa dilanjutkan.

“Pengalaman menarik saat pemadaman kemarin adalah saat sedang fokus pemadaman ke arah depan, ternyata dari belakang api sudah berkobar. Saat posisi terkepung seperti situasi ini kadang bisa membuat panik, karena selain mengamankan diri, kami juga harus mengamankan peralatan pemadaman,” tambahnya.

“Peralatan pemadaman yang berat, kondisi asap tebal membuat sulit bernafas dan lahan bergambut yang kalau diinjak kerap menjadi lubang jebakan membuat kami tidak bisa berlari kencang,” terangnya.

Heri mengatakan, kondisi kebakaran yang terjadi saat mereka pertama kali datang sungguh sangat mengerikan, api berkobar ditengah teriknya cuaca membakar kawasan bergambut. Bahkan, ia mengatakan hingga kinipun asap masih muncul kembali di lokasi yang sebelumnya sudah dipadamkan.

“Lahan gambut di daerah itu bisa memiliki ketebalan hingga lima meter dan cuaca kemarau membuatnya sangat kering. Kami bekerja cukup berat karena sumber air sulit untuk didapatkan, kami harus menyekat kanal dan menunggu seharian agar embung yang kami buat penuh hingga airnya bisa disedot oleh pompa pemadam,” ujarnya.

Anggota Manggala Agni lainnya, Mahlan (29), mengatakan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi berhari-hari di lokasi yang sangat jauh mengharuskan seluruh anggota regu harus rela meninggalkan keluarga dalam waktu lama. Mahlan adalah anggota Manggala Agni berlatar belakang pendidikan perawat.

Panjangnya hari-hari pemadaman dan kondisi lapangan yang berselimutkan asap membuat kondisi fisik Manggala Agni terkadang menurun. Saat itulah Mahlan membantu untuk memberikan terapi pengobatan.

Mahlan juga bertugas membantu menjaga kondisi agar timnya selalu fit. Mahlan mengatur jam istirahat, mengatur vitamin, dan pola makan anggota ketika melakukan pemadaman di lapangan.

Mahlan juga mempunyai cerita menarik ketika pemadaman kemarin. “Ketika sedang memegang nozzle (kepala selang) untuk menyemprotkan air ke titik api, tiba-tiba angin berbalik ke arah kami sehingga kepala api berubah mengejar kami. Saat itulah kami harus membongkar semua peralatan dan berlari berputar arah melakukan pemadaman dari posisi yang lebih aman,” kisahnya.

Direktur Pengendalian Karhutla KLHK Raffles B. Panjaitan menegaskan, meskipun dihadapkan dengan segala kondisi di lapangan yang sulit, anggota Manggala Agni KLHK selalu siap melaksanakan tugasnya demi menjamin kawasan hutan dan lahan terbebas dari kebakaran dan bencana asap. “Bersinergi bersama para pihak dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mengatasi setiap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi,” tegasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *