KKP Bakal Tertibkan Keramba Jaring Apung di Danau Toba

Keramba apung di Danau Toba. Pemerintah akan tertibkan perikanan di Danau Toba (dok. wwf.or.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah daerah (Pemda) dalam aksi penertiban Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Toba, Sumatera Utara. Penertiban ini dilakukan untuk menjaga kelestarian danau vulkanik tersebut dari pencemaran.

“KKP siap dukung pemda untuk pelaksanaan rencana aksi penertiban atau penataan KJA Danau Toba. Kita akan bekerja sama, bersinergi dengan pemda setempat,” ujar Trenggono, saat menghadiri rapat koordinasi terkait penertiban KJA di Danau Toba, Selasa (20/4).

Trenggono menyampaikan KKP akan mendukung Pemda dalam mempersiapkan target rencana aksi penataan KJA perairan Danau Toba per tahun, melakukan penertiban unit KJA yang tidak dioperasionalkan dan yang beroperasi pada bukan Kecamatan rujukan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2014.

Dalam beleid tersebut kecamatan yang mejadi rujukan KJA di antaranya Kecamatan Balige, Parmaksian, Ajibata, Merek, Simanindo, Harian, Onan Runggu, Nainggolan, Girsang Sipangan Bolon, Pematang Sidamanik, Baktiraja dan Muara. Trenggono mengatakan, KKP juga akan melakukan penataan KJA di lokasi usaha KJA sesuai rekomendasi teknis dan sesuai batas produksi lestari per lokasi usaha KJA.

Terkait hal tersebut, terdapat sejumlah skenario penataan KJA di Danau Toba. Di antaranya jumlah KJA yang ada pada tahun 2020 sebanyak 13.160 KJA, di mana target jumlah usaha KJA pasca penertiban di tahun 2021 berkurang menjadi 9.876 KJA dengan jumlah produksi ikan 28 ribu ton.

Sampai di tahun 2022 target produksi ikan dari KJA maksimum mencapai 10.000 ton. “Hal ini akan sangat ditentukan oleh kerja sama Pemerintah Daerah setempat,” ujar Trenggono.

Salah satu hal penting yang perlu dipikirkan oleh pemerintah dan seluruh pihak terkait adalah pengembangan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat setempat yang terdampak penertiban KJA Danau Toba ini. KKP mengusulkan sejumlah alternatif, di antaranya kegiatan budidaya ikan sistem bioflok, minapadi, dan ikan hias, serta usaha pembuatan pakan mandiri dan bisnis olahan ikan.

Sedangkan untuk pembiayaan, Trenggono menegaskan, KKP akan membantu usaha-usaha alternatif tersebut dengan memanfaatkan akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat atau pinjaman modal melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) yang dimiliki oleh KKP.

“Akses pembiayaan bisa kita lakukan melalui KUR atau pinjaman modal dari BLU LPMUKP yang ada di KKP, terhadap usulan kami tersebut, butuh pendampingan, kami siap mengawal pengalihan dari KJA ke budidaya yang telah kami sampaikan tadi, seperti budidaya ikan sistem bioflok, minapadi, ataupun ikan hias,” jelas Trenggono.

Sementara itu, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutannya menyampaikan, seluruh pihak perlu bersinergi dalam melaksanakan rencana aksi penertiban KJA Danau Toba ini sesuai dengan timetable yang telah disusun. “Rencana aksi penataan sudah disusun dengan baik, sesuai dengan timetable yang sudah disusun, dan harus dicermati oleh masing-masing Kementerian/Lembaga maupun Pemda terkait,” ujar Luhut.

Luhut meminta pihak KKP agar mulai melakukan sosialisasi rencana penertiban dan inisiasi pengembangan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat pada akhir bulan April ini. Untuk itu, pihak KKP bisa bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Luhut berharap seluruh pihak dapat bahu-membahu untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Jika ada perusahaan atau pihak-pihak yang melanggar dan merusak lingkungan, ujar Luhut, harus segera ditindak. “Isu lingkungan ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Luhut menegaskan, daya tampung danau Toba ada batasnya. Karenanya, kalau ada perusahaan yang melanggar, harus ditindak, karena merusak lingkungan. “Kita jangan ragu-ragu untuk hal-hal seperti ini. Tidak boleh kompromi terkait lingkungan,” tegas Luhut.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *