KKP Bangun Pasar Ikan Modern di Muara Baru

Pasar ikan tradisional (dok. maritim.go.id)
Pasar ikan tradisional (dok. maritim.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) membangun pasar ikan modern yang dinamakan National Fisheries Center di Muara Baru, Jakarta Utara. Pembangunan itu dilakukan dengan cara merevitalisasi kawasan pelabuhan Muara Baru.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjelaskan, kawasan Muara Baru nantinya menjadi pasar ikan moderen yang tertata dan rapi. Pasar moderen ini juga akan dilengkapi sistem perdagangan online guna meningkatkan kenyamanan pedagang dan konsumen.

“Jadi namanya nanti National Fisheries Center Muara Baru. Penjualnya nanti pakai seragam. Penataan ulang semuanya dilakukan agar lebih rapih juga tidak semrawut,” kata Susi dalam siaran persnya, Rabu (28/9).

Pusat Perikanan Terpadu di Muara Baru ini akan didesain bangunan modern dua lantai, di atas tanah seluas 100 hektare milik KKP dan Perum Perindo. Di dalamnya akan dilengkapi pusat perbelanjaan dan kuliner, cold storage hingga tempat pelelangan ikan yang akan terintegrasi secara langsung.

Susi juga menegaskan kawasan Muara Baru ini ditargetkan akan rampung dalam 3 tahun ke depan dan untuk Tempat Pelelangan Ikan (TPI) akan diselesaikan akhir tahun ini. “Kita targetkan TPI nya selesai tahun ini,” jelasnya.

Untuk urusan tanah di lokasi pembangunan, Susi menjelaskan, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan yang dikeluarkan 31 Agustus lalu, maka KKP akan memberlakukan sewa tanah hingga 5 tahun. “Kalau ada yang lebih dari 5 tahun dikembalikan. Karena harga sewa selama ini sangat murah, dan membuat negara dirugikan,” jelas Susi.

Susi menerangkan, selama ini tanah milik negara dikuasai oleh beberapa oknum dan disewa dengan harga tinggi. “Tapi selama ini pemerintah tidak bisa apa-apa, karena dikuasai pengusaha yang tidak appropriate. Nah sekarang kita harus tegas. Kita akan menggunakan tempat tersebut semaksimal mungkin untuk para stakeholder,” lanjutnya.

Susi mengatakan, dahulu aset-aset BUMN disewakan dengan harga murah ke pengusaha. Sementara para pengusaha mematok harga sewa yang tinggi. “Pengusaha pasang sewa dengan harga tinggi. Ya masa pemerintah yang pasang, mereka enggak mau nyewa. Apalagi ini kita harus memberi masukan kepada negara lho,” paparnya.

Soal investasi, KKP siap menggelontorkan Rp200 miliar dan dari Perindo senilai Rp360 miliar. “Sementara untuk total perbaikannya seluas 100 hektare-nya bisa mencapai Rp3 triliun hingga Rp5 triliun. Tapi itu kan juga akan gandeng swasta nanti,” pungkas Susi.

KKP juga menargetkan kota lainnya akan digagas pasar ikan modern seperti Muara Baru, yakni Semarang, Surabaya dan Bandung. Diharapkan dengan didirikannya pasar ikan modern oleh KKP, semakin memantapkan langkah Indonesia untuk berada di garis depan sektor kelautan dan perikanan, serta mewujudkan misi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Direktur Utama Perum Perindo Syahril Japarin mengatakan, saat ini ada tiga perusahaan yang sudah jatuh tempo, dua perusahaan sudah memperpanjang dan satu sedang proses perpanjang. Sementara untuk kenaikan tarif, Syahril menjelaskan akan dinaikkan secara bertahap.

“Tarif ini kita tetapkan untuk lima tahun ke depan dan berdasarkan Kemenkeu, dinaikkannya secara bertahap, jadi per semester dinaikkan,” jelas Syahril. (*)

Ikuti informasi terkait perikanan >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *