KKP Beri Bantuan Armada Kapal Penangkap Ikan ke Nelayan Sumba Timur | Villagerspost.com

KKP Beri Bantuan Armada Kapal Penangkap Ikan ke Nelayan Sumba Timur

Nelayan tradisional bersiap melaut untuk menangkap ikan dengan alat tangkap ramah lingkunganĀ  (dok. knti)

Jakarta, Villagerspost.com – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan berupa kapal penangkap ikan dan alat tangkap kepada para nelayan di Sumba Timur. Bantuan yang diberikan terdiri dari 30 unit kapal tangkap dengan bobot di bawah 5 GT, 30 unit alat tangkap jaring multifilamen dan alat pancing serta 9 unit coolbox.

Bantuan tersebut diserahkan kepada sembilan kelompok koperasi di Sumba Timur. “Dengan bantuan ini diharapkan menjadikan wilayah Sumba Timur mengalami peningkatan taraf hidup nelayan dan pembudidaya sehingga menjadi kawasan berekonomi maju berbasis kelautan dan perikanan,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebijakto, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Kamis (30/11).

Pemberian bantuan ini, kata Slamet, juga merupakan bukti dukungan pemerintah dalam hal ini KKP untuk membangun wilayah perbatasan dan pulau terluar Republik Indonesia. Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu lokasi yang dipercaya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat daerah perbatasan. “Kabupaten Sumba Timur dipilih karena memiliki potensi kawasan perikanan yang besar, baik di bidang perikanan tangkap maupun perikanan budidaya,” jelas Slamet.

Untuk bidang perikanan tangkap, kawasan laut Pulau Sumba memiliki stok ikan lestari atau Maximum Sustainable Yield (MSY) sebesar 66.200 ton/tahun dengan jumlah tangkapan maksimal atau Total Allowable Catch (TAC) sebesar 52.300 ton/tahun. Dari angka tersebut, pemanfaatan perikanan tangkap baru mencapai 11.967 ton dengan armada tangkap sebanyak 1.439 unit.

Armada tangkap di Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2016 sebagian besar merupakan armada tradisional dengan perahu jukung sebanyak 749 unit (52,7%), diikuti dengan perahu motor tempel sebanyak 575 unit (40,46%), dengan alat tangkap dominan pancing ulur dan jaring insang/mini purse seine yang lazim digunakan untuk one day fishing.

“Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan penangkapan ikan masih dilakukan oleh nelayan skala kecil dan penangkapan hanya dilakukan di sekitar perairan pantai kurang dari 12 mil. Hal inilah yang membuat produksi perikanan tangkap masyarakat Kabupaten Sumba Timur masih relatif rendah,” lanjut Slamet.

Menurut Slamet, seharusnya jumlah armada kapal penangkap ikan yang ideal untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh perairan Sumba Timur adalah 585 unit. Dimana 515 unit diantaranya ditujukan untuk menangkap ikan pelagis baik besar maupun kecil,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga dengan dijadikannya Sumba Timur sebagai salah satu dari 12 lokasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di seluruh Indonesia. Gidion mengungkapkan, kesempatan baik ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumba Timur, khususnya masyarakat perikanan.

“Kami terus mendorong pembudidaya dan nelayan untuk membentuk kelompok dan koperasi untuk menjembatani bantuan dari pemerintah masuk ke Sumba Timur,” ujar Gidion.

Atas pemberian bantuan alat tangkap perikanan itu, Ketua Kelompok Koperasi Elshaday Tiberias Elroy dari Kecamatan Pandawai Umbu Maramba Meha mengungkapkan rasa terimakasihnya. “Bantuan dari pemerintah akan terus kami kawal melalui pemberdayaan anggota koperasi dengan membentuk kelompok kerja. Kami harap pemerintah dapat terus memberikan bimbingan, pendampingan, dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas nelayan di Sumba,” jelas Umbu Meha.

Selain kepada nelayan, KKP juga memberikan bantuan kepada para pembudidaya rumput laut di Sumba Timur. Bantuan yang diserahkan berupa sarana budidaya rumput laut sebanyak 100 paket, 75 paket kebun bibit rumput laut, 10 paket rumah ikat, 100 paket para-para, 100 unit perahu fiber, dengan sasaran penerima bantuan yaitu pembudidaya rumput laut di Kecamatan Rindi, Pahunga Lodu dan Wula Waijelu.

Hasilnya, pada Oktober lalu, para pembudidaya rumput laut berhasil melakukan panen perdana. Pada tahun 2016, produksi rumput laut di Kabupaten Sumba Timur telah mencapai 3.301 ton rumput laut kering per tahun atau 26.408 ton rumput laut basah. Setelah penyaluran bantuan tahun 2017, diharapkan produksi rumput laut bertambah sebanyak 2.250 ton rumput laut kering atau mencapai 5.551 ton rumput laut kering per tahun.

Dari keseluruhan potensi budidaya rumput laut di Sumba Timur, pada bulan Desember 2016 baru termanfaatkan sebesar 352,9 ha atau hanya 5,94%. Artinya masih ada 5.944,34 ha area potensial yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut. Guna mengantisipasi peningkatan produksi rumput laut di Sumba Timur, DJPB pada tahun ini juga membangun gudang rumput laut, lantai jemur dan pagar guna mendukung proses pasca panen. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *