KKP Deklarasikan Penanggulangan Penangkapan Ikan Merusak

Pemusnahan alat tangkap ikan yang merusak lingkungan oleh pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (dok. kkp)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) menggelar kampanye dan deklarasi penanggulangan destructive fishing (penangkapan ikan merusak) di Kalimantan Utara, Rabu (23/6).

Acara tersebut, dilangsungkan di Lapangan Agatis, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Dalam kegiatan ini dilaksanakan pembakaran alat atau bahan penangkapan ikan yang digunakan dalam destructive fishing serta pembacaan deklarasi stop destructive fishing.

Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar mengatakan, salah satu ancaman utama bagi kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan adalah penggunaan alat tangkap ikan yang merusak seperti bom, bius dan setrum.

“Kami tempuh berbagai cara untuk memberantas destructive fishing ini. Selain penindakan secara tegas, sosialisasi dan kampanye langsung kepada masyarakat juga kami gencarkan,” ujar Antam.

Sementara itu Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Ditjen PSDKP Halid Jusuf menjelaskan, langkah-langkah komprehensif telah dirumuskan dalam memerangi destructive fishing. “Kami telah memiliki Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Destructive Fishing yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 114 Tahun 2019,” terang Halid.

Salah satu komponen aksi pemberantasan destructive fishing adalah pelibatan pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya. “Motto kami, bersama kita bisa menuju Indonesia bebas destructive fishing,” ujar Halid.

Lebih lanjut Halid menyebutkan, dalam kampanye tersebut KKP juga memberikan edukasi tentang alternatif usaha di bidang budidaya perikanan ataupun wisata tirta, dengan begitu destructive fishing dapat diganti dengan kegiatan ramah lingkungan dan membantu mengembangkan potensi daerah masing-masing.

“Nelayan yang melakukan destructive fishing kami arahkan agar melakukan kegiatan seperti budidaya dan wisata tirta serta mengembangkan potensi daerahnya,” tegas Halid.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara Yansen Tipa Padan menjelaskan, sinergi antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat mutlak dibutuhkan dalam memberantas destructive fishing.

“Pemerintah daerah maupun pusat sudah memberikan dukungan untuk memberantas destructive fishing, kami juga berharap agar nelayan serta masyarakat dapat menjadi pelopor untuk menjaga sumber daya laut dan ikan,” ungkap Yansen.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *