KKP Dorong Pembudidaya Milenial Kembangkan Pakan Mandiri

Pembudidaya menebar pakan ikan. Diharapkan pembudidaya menggunakan bahan lokal membuat sendiri pakan ikannya (dok. jabarprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong para para pembudidaya milenial mengembangkan pakan mandiri berkualitas. Pengembangan pakan mandiri menjadi penting karena selama ini adalah bahan baku pakan yang masih bergantung pada impor.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, milenial memiliki kreativitas yang tinggi. Mereka dapat berkontribusi melalui riset-riset ilmiah untuk menghadirkan pakan alternatif, yang nantinya bisa membantu para pembudidaya dalam memenuhi kebutuhan pakan.

“Kalian ini adalah masa depan bangsa. Perlu kita ketahui bahwa masa depan Indonesia juga ada di laut, tanpa laut kita tidak bisa hidup. Pesan saya, kalian semua harus belajar dengan serius, memikirkan bagaimana secara ekonomi tambak milenial ini bisa meningkat,” ujar Trenggono, kepada petambak milenial yang sedang menjalani pendidikan sebagai teknisi tambak milenial di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Kamis (29/4).

Dalam rangka mendorong milenial terjun di bidang budidaya, KKP meluncurkan program tambak udang milenial (millenial shrimp farming). Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara merupakan UPT KKP yang mengimplementasikan program ini dengan membangun tambak udang milenial percontohan.

Terdapat 29 unit kolam berdiameter 20 meter di area balai. Tambak-tambak ini bahkan sudah berhasil panen, di mana panen parsial pertama dilakukan awal bulan ini. Hasilnya mencapai 4 ton udang vaname.

Kepala BBPBAP Jepara Sugeng Raharjo menyampaikan beberapa inovasi yang telah dilakukan di tambak milenial Jepara. Di antaranya kolam tambak milenial didesain dengan sistem otomatis, mulai dari pemberian dengan sistem automatic feeder, alat kincir yang bisa dikontrol dari jauh, pemantauan kualitas air juga telah menggunakan alat sehingga bisa dikontrol dari jauh, serta pengamatan kolam juga sudah menggunakan CCTV.

Salah satu milenial yang bertugas di tambak milenial Jepara, Fajar menjelaskan, sehari-hari ia dan rekan-rekan milenial lain melakukan pengecekan dan manajemen kualitas air, melakukan manajemen kesehatan ikan, manajemen pemberian pakan.

“Melalui kegiatan di tambak milenial Jepara ini menambah bekal ilmu dan pengalaman dari segi manajemen budidaya udang dari hulu hingga hilir, sehingga kami nantinya bisa menjadi pengusaha udang,” akunya.

Sebagai informasi, bahwa komoditas yang saat ini dikembangkan BBPBAP Jepara di antaranya udang vaname, udang windu, udang merguensis, udang indicus, ikan bandeng, ikan nila salin, kepiting/rajungan, serta rumput laut.

Editor: M. Agung Riyadi

 

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *