KKP Dorong Pengembangan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Nelayan secara sukarela mengganti alat tangkap merusak dengan alat tangkap ikan ramah lingkungan (dok. kkp)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pengembangan alat tangkap ramah lingkungan untuk nelayan Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, alat tangkap ramah lingkungan memberi keuntungan dua sisi, yakni sisi ekonomi dan juga kelestarian lingkungan.

Karenanya, kata Trenggono, dia mendukung penuh inovasi-inovasi alat tangkap ikan ramah lingkungan yang telah dibuat Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang. “Ini mendukung tujuan kita semua untuk mewujudkan keberlanjutan ekosistem di laut,” ujarnya, saat berkunjung ke BPPI Semarang, Jumat (30/4).

Alat tangkap ramah lingkungan hasil inovasi BBPI Semarang ini dinamai rumah ikan. Rumah ikan memiliki beberapa keunggulan, di antaranya ukurannya yang besar sehingga ikan-ikan yang diambil/tertangkap adalah ikan-ikan besar dan lebih ramah lingkungan.

Trenggono meminta Plt. Dirjen Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini untuk segera menyusun program pembuatan rumah ikan ini secara masif. Hal ini dilakukan selain untuk membantu mewujudkan kesejahteraan nelayan-nelayan di Indonesia, juga sebagai implementasi dari ekonomi biru.

“Kalau rumah ikan ini kita pasang satu-satu di spot-spot yang sudah disiapkan, ini menjadi salah satu implementasi dari ekonomi biru,” ujar Trenggono.

“Harapannya di satu titik nelayan kita bisa mendapat ikan banyak di situ, ini lebih baik dari menggunakan jaring. Jadi yang diambil ikan-ikan yang sudah besar, sehingga ekonomi biru bisa diwujudkan,” tambahnya.

Selain Rumah Ikan, BBPI Semarang juga membuat inovasi alat tangkap ikan bernama Bubu Lipat. Alat tangkap ini juga memiliki ukuran yang besar, dapat dilipat, mudah dalam pelipatan dan penegakan, mempunyai umur ekonomi yang lebih panjang dan tentunya ramah lingkungan.

Alat tangkap ini telah digunakan untuk melatih nelayan Belitung yang sebelumnya memakai alat tangkap Bubu Tradisional yang terbuat dari bambu, di mana ukurannya sangat besar dan membutuhkan ruang besar untuk penyimpanan dan juga tidak tahan lama.

Selain telah digunakan nelayan Belitung, Bubu Lipat juga sudah diuji di perairan Jepara, dan Natuna. Dengan inovasi yang telah dilakukan BBPI Semarang, Trenggono mengajak nelayan untuk beralih menggunakan rumah ikan dan alat tangkap ramah lingkungannya.

“Saya mengimbau agar nelayan menghindari penangkapan biota laut yang masih berukuran kecil, demi menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan mewujudkan ekonomi biru,” pungkas Trenggono.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *