KKP Gandeng Global Fishing Watch Wujudkan Transparansi Data Perikanan

Ikan hasil tangkapan nelayan. Pemerintah akan wujudkan transparansi data perikanan (dok. kkp.go.id)
Ikan hasil tangkapan nelayan. Pemerintah akan wujudkan transparansi data perikanan (dok. kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Pemerintah bakal mewujudkan transparansi data nasional untuk perikanan tangkap. Dalam rangka itu, hari ini, Senin (9/11) pemerintah akan melakukan kerjasama dengan Global Fishing Watch, aplikasi Google untuk mendekteksi keberadaan kapal di area perairan Indonesia. Aplikasi itu dibuat atas kerjasama dengan SkyTruth, Oceana dan Google.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, hal ini adalah langkah awal yang penting untuk mewujudkan reformasi pemerintahan yang baik dalam sektor perikanan. Dengan demikian, memungkinkan negara untuk membuka data perikanan swasta pada pihak yang berkepentingan sesuai aturan, dan akhirnya untuk dapat dibuka secara publik.

Kerjasama ini akan memberikan kesempatan untuk penggunaan data yang sudah ada saat ini secara lebih cerdas dengan menggunakan pendekatan teknologi canggih dalam pengelolaan perikanan global. “Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing adalah kejahatan global. Untuk mengakhirinya, kita harus menggunakan perangkat yang kita punya untuk memastikan bahwa kita bisa mengawasi dan mencatat semua kegiatan penangkapan ikan di wilayah perairan kita,” kata Susi Pudjiastuti dalam siaran persnya.

Global Fishing Watch, atau Pemantauan Perikanan Global, diharapkan akan dapat diakses secara umum pada tahun 2016. Publik bisa mendapatkan analisa data dari jaringan Automatic Identification System (AIS), yang dapat menyiarkan secara akurat identitas kapal, lokasi, kecepatan, arah tujuan dan lain sebagainya.

AIS pada dasarnya dirancang sebagai mekanisme keamanan untuk menghindari tabrakan di laut. Namun, informasi lain tentang perilaku kapal seperti misalnya kegiatan penangkapan ikan yang akan dilakukan, dapat diunduh dari Global Fishing Watch.

Hasil dari kerjasama menyajikan tampilan kegiatan penangkapan ikan komersial di seluruh dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Seluruh pemangku kepentingan akan dapat mengunduh data dan menggunakannya, dari warga negara, pemerintah, pengelola usaha perikanan hingga penggerak industri perikanan,” tegas Susi.

Pada saat yang sama, Vessel Monitoring System (VMS), atau sistem pemantauan kapal, digunakan khususnya oleh pemerintah di seluruh dunia untuk memantau kegiatan penangkapan ikan komersial. Indonesia adalah negara penghasil ikan tangkap kedua terbesar di dunia dan telah memiliki salah satu dari sistem VMS terluas di dunia.

Membuat data-data pengangkapan ikan tersedia melalui Global Fishing Watch akan memungkinkan bagi Indonesia untuk mengelola perikanan nasionalnya dengan lebih baik melalui penggunaan aplikasi skala data besar, machine learning, cloud computing dan visualisasi yang canggih dan menyeluruh. Oceana, Google dan Skytruth sangat berharap bahwa negara-negara lain akan mengikuti langkah Indonesia.

“Indonesia adalah negara pertama yang bekerjasama dengan Global Fishing Watch untuk mengalisa data nasional tentang praktik-praktik perikanan,” ujar Jacqueline Savitz, Wakil Presiden Oceana.

“Kerjasama ini akan meningkatkan penerapan kebijakan perikanan nasional dan membantu untuk mengakhiri penangkapan ikan liar, sehingga dapat meningkatkan kesehatan persediaan ikan Indonesia, serta melindungi mata pencaharian para nelauan,” tegasnya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *