KKP Kembali Tangkap Kapal Perikanan Asing di Natuna

Kapal Pengawas Orca 01 saat diresmikan pengoperasiannya (dok. kkp)
Kapal Pengawas Orca 01 saat diresmikan pengoperasiannya (dok. kkp)

Jakarta, Villagerspost.com – Kapal Pengawas HIU 13 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali menangkap Kapal Perikanan Asing (KIA) pelakui illegal fishing di kawasan perairan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Natuna, Minggu (1/5). Ada tiga unit kapal kapal ikan ilegal tanpa dokumen yang sah dan berbendera ganda (Malaysia dan Vietnam) yang ditangkap dalam operasi Nusantara IV yang dilakuakan Badan Keamanan Laut.

Kapten Kapal Pengawas HIU 13 Margono menyampaikan kronologis penangkapan ketiga kapal tersebut. Pertama, KM. KG. 94127 TS berukuran 83 Gross Tonage (GT) dengan nahkoda Huynh Khan Triet beserta 5 orang ABK yang seluruhnya berkebangsaan Vietnam berhasil ditangkap pada pukul 08.50 WIB.

Berselang 25 menit kemudian, sekira pukul 09.15 WIB kapal ikan ilegal kedua bernama KM KG. 94713 TS berbobot 75 GT tertangkap, juga dinakhodai warga berkebangsaan Vietnam bernama Nguyen Ngoc Trieu dengan Anak Buah kapal (ABK) 26 orang berikut barang bukti ikan campur sebanyak 500 kg.

“Sedangkan kapal ketiga KG. 940373 TS tertangkap pada pukul 09.40 WIB, dinakhodai warga Vietnam, Nguyen Chi Lam dengan ABK 14 orang berkebangsaan Vietnam beserta barang bukti ikan campur 100 kg,” kata Margono seperti dikutip kkp.go.id, Selasa (3/5).

Kemudian untuk proses hukum lebih lanjut oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan, barang bukti kapal, alat tangkap dan ABK WNA Vietnam dikawal ke Stasiun PSDKP Tarempa, Kepulauan Riau.

KIA Ilegal diduga melakukan pelanggaran sebagaimana diatur pada Pasal 5 Ayat (1) huruf (a) Pasal 92 Jo. Pasal 26 Ayat (1), Pasal 93 Ayat (2)Jo. ketiga kapal itu juga diduga melanggar Pasal 27 Ayat (2), Pasal 85 jo Pasal 9 Ayat (1) UU No. 45 tahun 2009 Tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Sukses ini merupakan bentuk ketegasan pemerintah khususnya KKP dalam memberantas illegal fishing. Program pemberantasan illegal fishing ini sendiri dinilai telah memberikan dampak positif bagi industri perikanan Indonesia.

Pihak KKP mencatat, salah satu dampak pemberantasan ilegal fishing adalah melimpahnya ikan di perairan Indonesia yang membantu mendongkrak produksi perikanan RI. Terbukti industri perikanan nasional pada Triwulan I 2016 menunjukkan pertumbuhan yang positif jika dibandingkan dengan Triwulan yang sama tahun 2015.

Industri perikanan Indonesia pada triwulan pertama tahun ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan data Bank Indonesia atas Survei Kegiatan Dunia Usaha Triwulan 1 2016 terlihat kapasitas industri terpakai mencapai 68,16 persen.

Angka tersebut meningkat 10,83 persen jika dibandingkan dengan Triwulan 1 2015 yang hanya mencapai 61,75 persen. Ini menunjukkan pasokan bahan baku Industri Perikanan Nasional pada Triwulan 1 2016 jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Triwulan 1 2015.

Perlu diketahui bahwa, kapasitas produksi terpakai adalah terletak pada kapasitas yang digunakan untuk memproduksi dalam satu periode operasi. Secara umum ada tiga faktor yang mempengaruhi kapasitas produksi, yaitu bahan baku, tenaga kerja dan mesin/teknologi. (*)

Ikuti informasi terkait penangkapan kapal asing >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *