KKP-Kemenperin Kembangkan Produk Tepung Ikan

Pabrik pembuatan tepung ikan (dok. pabriktepungikan.blogspot.com)
Pabrik pembuatan tepung ikan (dok. pabriktepungikan.blogspot.com)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan menggalang kerjasama dengan Kementerian Perindustrian untuk meningkatkan konsumsi ikan nasional. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengembangkan produk tepung ikan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan dengan pengembangan tepung ikan tersebut diharapkan dapat menaikkan tingkat konsumsi masyarakat pada produk ikan. Dengan demikian diharapkan pula mampu meningkatkan pemenuhan kebutuhan protein hewani di masyarakat.

“Tadi saya dengan pak Husein (Menteri Perindustrian) baru saja memperlihatkan tepung ikan, yang dibuat dari ikan supaya disuplemenkan menjadi tepung biasa,” kata Susi seperti dikutip kkp.go.id, Senin (23/11).

Susi mengatakan, tepung ikan disuplemenkan kepada tepung biasa agar anak-anak Indonesia dapat mengkonsumsi protein yang cukup. “Tepung ikan untuk disuplemenkan kepada tepung biasa, supaya anak-anak kita tidak hanya makan bervitamin tapi juga makan berprotein,” terang Susi.

Produk tersebut, lanjutnya, akan terus dikembangkan sebagai penunjang program ketahanan pangan Indonesia. Susi menegaskan, pola makan anak-anak Indonesia harus diubah.

Sementara itu menurut salah seorang pengusaha pengembang produk tepung ikan Yogie Arie, awalnya ide untuk memproduksi tepung ikan karena melimpahnya ikan di era Menteri Susi Pudjiastuti. Selain itu, dia memperoleh hasil riset, bahwa melimpahnya ikan di hulu, tak mampu mencukupi kebutuhan ikan di hilir.

Hal ini dikarenakan, masyarakat hilir kurang suka terhadap makanan berbahan dasar ikan. “Jadi harus ada cara untuk mengakali, bagaimana agar masyarakat hilir dapat memperoleh asupan ikan, meski tidak suka bahan ikan. Maka itu, dibuatlah tepung ikan ini,” ujar Yogi.

Tepung ikan diolah dengan teknologi hidrolizer yang steril, sehingga mampu menjadikan bubuk ikan dengan kandungan protein hingga 90 persen. Sementara untuk proses dimasukkan ke dalam tepung, Yogi menggunakan cara fortifikasi.

Caranya adalah mencampurkan bahan tambahan yakni berupa tepung ikan ke dalam tepung terigu. “Dijadikan ke tepung terigu, karena saya melihat masyarakat hilir menyukai produk olahan dari tepung. Entah itu bakwan, roti, mie maupun biskuit,” terangya.

Untuk tahapan pertama, kata Yogi, pengembangan tepung ikan ini masih dalan skala laboratorium. Selanjutnya akan diuji untuk mendapat standardisasi dan industri.

“Setelah itu baru bisa dilakukan penyerahan kewenangan (mandatory) untuk dilakukan kerjasama dengan perusahaan tepung terigu,” ujarnya.

Yogi menjelaskan, penelitian tepung ikan dimulai 6 bulan yang lalu. “Bahan bakunya adalah ikan Bandeng karena melimpah dan merupakan jenis ikan budidaya,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *